Cetak |  Kirim |  RSS |  Kirim Pertanyaan

Nyantri atau Nikah

Rabu, 17 Sep 2008 12:00 WIB

Assalamu 'alaikum wr. wb.

Saya seorang akhwat berumur 27th blm menikah, sedang bekerja di luar negeri. Insya alloh awal tahun depan kontrak kerja saya selesai dan akan pulang ke Indonesia. Ada 2 rencana dalam hidup saya, nikah dan mondok di pesantren untuk belajar agama. Tapi saya bingung apakah setelah pulang langsung menikah saja atau mondok dulu? Mengingat umur saya sudah banyak dan juga belum ada calon.

Syukron atas sarannya.

Jazakallah khairon katsiraa

ukhti

Jawaban

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Ukhti yang disayangi Allah SWT, ketika kita ada di persimpangan jalan untuk memilih mana yang harus kita prioritaskan maka kita harus meminta petunjuk kepada Allah SWT dengan cara kembali kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Mana yang harus dipilih antara mondok untuk belajar agama atau menikah karena usia ukhti sudah 27 tahun namun belum ada calon?

Jawabannya menurut saya jelas dan pasti. Menikahlah lebih dahulu. Hal itu karena menikah merupakan sunnah Nabi yang perlu segera dilakukan demi menjaga kehormatan diri (tidak bermaksiat) dan melahirkan generasi pelanjut.

Jika ukhti ingin mempelajari agama maka hal itu bisa dilakukan setelah menikah. Dengan seizin suami, ukhti bisa belajar agama di ma’had (semacam kursus agama) atau pesantren yang tidak perlu mondok. Karena kalau ukhti mondok setelah menikah, maka akan mengurangi hak suami untuk mendapatkan pelayanan yang optimal dari isterinya.

Mengenai belum adanya calon maka nanti setelah pulang ke tanah air sebaiknya ukhti memperluas pergaulan. Misalnya dengan cara mengikuti perkumpulan keagamaan (sekaligus di situ ukhti bisa belajar Islam) atau mencari kerja (mungkin di tempat kerja yang baru bisa mendapat jodoh). Jangan lupa untuk memperbanyak doa dan mempercantik akhlaq pribadi, sehingga jalan untuk mendapatkan jodoh menjadi lebih mudah.

Semoga jawaban ini bermanfaat dan saya doakan semoga ukhti segera mendapatkan jodoh suami yang sholih. Amiiin ya robbal alamin.


(Arsip Konsultasi Keluarga)

PELUANG

ACT - ERAMUSLIM

Masyarakat Relawan Indonesia & ACT Bantu Korban Gempa Gorontalo

Iman Hadi Waluyo, relawan ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Gorontalo melaporkan bahwa gempa yang menewaskan empat orang ini, telah membuat sebagian besar warga Gorontalo berhamburan keluar rumah karena panik dan ketakutan akan terjadi gempa susulan, dan bahkan di daerah pesisir warga pun telah mengungsi ke bukit-bukit.

LKC - ERAMUSLIM

Kembali Fitri di Akhir Ramadhan dengan Menyantuni Dhuafa

Dengan menyisihkan Rp 100.000,- Anda telah membantu 1 keluarga miskin menkmati kesehatan selama 1 bulan

NURISLAMI - ERAMUSLIM