Ghost Fleet versus Ghost Jiangshi

Eramuslim.com – Ghost Fleet dan Ghost Jiangshi, sama-sama hantu. Yang satu dari Barat, satunya lagi dari Timur. Keduanya merasuki sistem kenegaraan NKRI yang sedang menderita “Demam Tinggi.”

Ghost Jiangshi, kita mungkin sering melihat hantu yang satu ini di film-film ala Mandarin yang sering diputar di bioskop dan televisi? Sosok hantu yang dikenal sebagai vampire atau zombie ‘melompat’ yang digambarkan sebagai mayat yang dihidupkan kembali dalam legenda cerita rakyat Cina.

Terlepas dari materi dan isi buku Ghost Fleet, karangan PW Singer, disini justru sebaiknya kita bisa mengambil sebuah benang merah, keterkaitan antara ancaman perang global yang akan terjadi di masa depan dengan kedaulatan negeri kita sendiri.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Hendrajit pengamat Geopolitik Nasional, apa yang disampaikan oleh PW Singer melalui Buku Novel Futuristiknya yang berjudul Ghost Fleet tersebut, Singer sedang menjalankan tugasnya sebagai bagian integral dari komunitas intelijen AS.

Melalui Novel Ghost Fleet, seolah Singer sedang bertugas sebagai agen pembentuk opini untuk menciptakan prakondisi ke arah polarisasi dua kutub alias bipolar. Yakni pecahnya perang AS versus Cina Rusia yang akan diwarnai oleh perkembangan teknologi canggih sebagai ciri perang masa depan (Hendrajit).

Hal ini bisa saja diikuti dengan keruntuhan sistemik sistem Kapitalisme yang selama ini merajai hegemoni kekuatan ekonomi dunia. Dan akan menataulang sistem Kapitalisme yang hari ini telah mereka anut.