Arkeolog Israel Temukan Situs Ruang Shalat Umat Islam di Bawah Al-Maghariba

Arkeolog Israel mengungkapkan, saat ini timnya menemukan sebuah situs Islam di bawah jalan menuju pintu Maghariba yang menjadi akses masuk Masjid Al-Aqsha.

Ia menyatakan pemerintah Israel memang melanjutkan upaya pembongkaran dan penggalian jalan bersejarah itu dalam sepuluh hari terakhir. Tapi upaya pembongkaran itu sebenarnya sudah dilakukan selama tiga tahun sebelumnya dan para arkeolog menemukan banyak situs yang sarat dengan nilai sejarah Islam di Al-Aqsha. Namun selama ini Israel cenderung menyembunyikan penemuan-penemuan arkeologi itu dari dunia.

Itulah pengakuan sejumlah tokoh sejarah Israel yang ada dalam lembaga sejarah Israel. Menurut mereka, Israel memang sudah lama mengincar dan melakukan penggalian terhadap jalan menuju pintu Maghariba, untuk me-yahudi-kan lokasi kota tua di Al-Quds yang mereka duduki. Para pakar sejarah itu juga mengatakan bahwa penggalian kini telah berjarak hanya 100 meter saja dari wilayah Masjid Al-Aqsha, sebagaimana dikutip harian Haaretz terbitan Israel.

Dalam artikel yang dimuat di situs internet milik lembaga sejarah Israel www. Antiquities. Org.il, disebutkan perkataan Yofal Barukh, yang menjadi tokoh sejarah paling terkemuka di Israel. Ia mengatakan, "Lembaga kami menyembunyikan sejumlah situs bersejarah Islam yang telah ditemukan di kota tua dan sekitar masjid Al-Aqsha. Penyembunyian ini adalah untuk menghalangi adanya keterkaitan antara kaum Muslimin dan wilayah bersejarah itu. "

Ia menambahkan bahwa di tahun 2004 lalu, sejumlah penemuan bersejarah telah ditemukan, yakni sisa-sisa ruangan shalat kaum Muslimin di bawah bebatuan yang ada di jalan menuju Al-Magharibah. Sisa-sisa ruang itu juga sudah hampir hancur seluruhnya karena sebagian lokasinya memang telah rusak.

Barukh menyampaikan bahwa sejauh ini, penemuan ruang shalat itu memang disembunyikan oleh Israel. Tapi informasi ini sudah diketahui oleh banyak elemen resmi di Israel.

Menurut Barukh yang bertugas sebagai ahli sejarah di Al-Quds, "Ketika ada penghancuran batu-batu di Maghariba, ditemukan sebuah ruangan kecil yang digunakan sebagai ruangan sholat kaum Muslimin. Diketahui ini adalah ruangan shalat karena ruangan itu mengarah ke selatan yang merupakan arah kiblat (Makkah Mukarramah). "

Ia menduga ruangan itu adalah sisa ruangan yang pernah dibangun di abad 11 hijriah di zaman Shalahuddin Al-Ayyubi. "Penemuan ini disembunyikan karena kekhawatiran kaum Muslimin yang akan segera mengklaim lokasi itu sebagai lokasi suci milik mereka. Pernyataan Barukh pun mendapat kritik keras dari para ilmuwan sejarah Israel yang lain, lantaran bisa memicu kemarahan kaum Muslimin terhadap Israel. (na-str/iol)