Marak, Kasus Penculikan PRT di Arab Saudi

Arab Saudi sedang menghadapi persoalan tingginya kasus-kasus pembantu rumah tangga yang kabur dari rumah majikannya. Namun otoritas Saudi mengatakan, tidak semua pembantu itu melarikan dari karena banyak di antara mereka yang ternyata diculik dan dipaksa terjun ke dunia prostitusi.

Surat kabar Al-Yaum dalam laporannya menyebutkan, terkait dengan persoalan itulah anggota Komisi Amal Ma’ruf Nahi Munkar Kerajaan Arab Saudi hari Rabu (14/3), melakukan penggeledahan di dua apartemen di Dammam, Riyadh. Dalam penggeledahan itu ditemukan dua pembantu rumah tangga asal Asia yang disekap dan dipaksa bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK).

"Salah seorang pembantu rumah tangga mengatakan, dia tinggal dengan seorang Saudi yang menjadi sponsornya. Ia sedang keluar untuk membeli sesuatu di sebuah toko ketika diculik oleh seorang tukang taxi. Tukang taksi itu memperkosanya dan menjualnya ke orang asing lainnya seharga 700 riyal, " ujar seorang anggot Komisi di Dammam.

Ia melanjutkan, "Orang asing tadi kemudian membawa pembantu rumah tangga itu ke apartemennya dan memaksanya bekerja sebagai pelacur. Pembantu tadi dikurung dan tidak boleh keluar, sampai kami datang dan membebaskannya. "

Pembantu rumah tangga lainnya mengaku diculik oleh sekelompok orang Asia ketika sedang membuang sampah di luar rumah majikannya. Anggota Komisi mengatakan, pembantu itu juga dipaksa bekerja sebagai pelacur di sejumlah apartemen, dan bertemu dengan banyak pembantu lainnya yang bernasib sama.

Sementara itu surat kabar Al-Riyadh melansir pernyataan seorang aparat kepolisian di Riyadh yang mengatakan telah menangkap seorang sopir taxi asal Bangladesh, yang dicurigai terkait dengan penculikan sejumlah pembantu rumah tangga di Saudi.

"Sopir taxi itu mengatakan pada para pembantu yang diculiknya bahwa dia bisa memberikan pekerjaan yang lebih baik dan menyuruh para pembantu itu kabur dari rumah majikannya, lalu ikut bersamanya. Kemudian sopir tersebut mengurung mereka di sebuah apartemen dan memasang tarif 300 riyal bagi laki-laki hidung belang yang memakai jasanya, " kata seorang anggota polisi Riyadh.

Aparat kepolisian Saudi akan terus menggelar penyelidikan untuk menemukan para pembantu rumah tangga lainnya yang dilaporkan diculik. (ln/arabnews)