Polling: Kepercayaan Rakyat AS terhadap Perang di Irak Merosot Tajam

Polling yang dilakukan CNN baru-baru ini menunjukkan bahwa dukungan rakyat AS terhadap perang pemerintahnya di Irak menurun hingga 35 persen saja.

Polling yang dilakukan dalam rangka empat tahun agresi AS ke Irak itu dilakukan mulai tanggal 9-11 Maret oleh Opinion Research Corp sebagai pelaksana, melibatkan 1. 027 responden dewasa. Hasilnya, 65 persen responden tidak percaya lagi dengan retorika AS tentang perangnya di Irak. Tingkat kepercayaan ini menurun drastis dibandingkan pada awal agresi AS ke Irak, di mana hampir 83 persen warga AS yakin AS akan menang di Irak.

Hasil polling juga menunjukkan hanya 30 persen responden yang mengaku bangga dengan perang AS di Irak. Prosentasenya menurun tajam dibandingkan tahun 2003 lalu, di mana 65 persen menyatakan bangga dengan keputusan AS menginvasi Irak.

Selanjutnya dari hasil polling itu terlihat bahwa 33 persen warga AS merasa takut dan 55 persen mengaku khawatir akan perang AS di Irak. Prosentase inisama dengan empat tahun yang lalu.

Hasil polling itu dirilis Minggu (18/3) setelah sehari sebelumnya ribuan warga AS berbondong-bondong menuju ke gedung Pentagon, berunjuk rasa menentang perang AS di Irak

Ketika perang Irak baru dimulai, 68 persen rakyat AS meunjukkan sikap bahwa keputusan AS untuk menginvasi Irak adalah keputusan yang benar demi kepentingan negara AS. Sekarang, menurut polling CNN, 61 persen responden menyatakan perang di Irak tidak membawa manfaat apapun bagi AS.

Kondisi serupa juga terjadi dalam kasus perang di Afghanistan. Jika pada tahun 2001 dukungan masyarakat AS mencapai 88 persen, polling kali ini menunjukkan penurunan menjadi 53 persen. Para responden juga meyakini pemerintah merekalah yang berada di balik konflik di Afghanistan. Selain itu, 55 persen responden menyatakan perang AS di Afghanistan "makin memburuk." (ln/arabworldnews).