AM Fatwa Dapat Penghargaan "Pejuang anti Kedzaliman" dari Presiden Iran

Wakil Ketua MPRRI AM Fatwa memperoleh anugerah penghargaan "Pejuang anti Kedzaliman" pada acara Kongres Internasional yang dilaksanakan dalam rangka 30 tahun Revolusi Islam Iran pada 29 Januari lalu. Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Dalam acara tasyakuran yang digelar bersama dengan wartawan koordinatoriat DPRRI, di Pressroom DPR, Fatwa mengakui, sebelum berangkat dirinya sama sekali tidak diberitahu mengenai rencana pemberian penghargaan tersebut.

"Pihak kedutaan besar Iran hanya mengatakan, bahwa mereka telah mempelajari riwayat hidup saya. Pemberitahuan mengenai pemberian penghargaan baru disampaikan saat saya tiba di Teheran," ujarnya.

Pemberian penghargaan kepada tokoh diluar negara Iran itu merupakan hasil keputusan Kabinet Iran. Selain AM Fatwa yang berasal dari Indonesia, tokoh lainnya yang mendapatkan penghargaan adalah Buntu Hulunisa seorang Jenderal pendamping Nelson Mandela dalam perjuangan anti apartheid di Afrika Selatan, Pejuang Palestina dari Libanon Shamir Qantar, dan juga para pejuang Irak yang melawan diktator Sadam Hussein. Namun, untuk Shamir Qantar diberikan cincin khusus oleh Ayatollah Ali Khamenei.

Mesti bersyukur, Fatwa merasa ada beban moral dari penghargaan yang diberikan kepadanya. Mantan tahanan politik pada Orde Baru ini menyatakan, bahwa kedzaliman ini akan selalu ada disetiap sistem yang terbangun. "Kalau di Indonesia saya sudah menyaksikan dan merasakan penyiksaan-penyiksaan pada zaman
koopkamtib dulu, berusaha untuk melawan kediktatoran masa lalu, bukan hanya di masa Orde Baru saja, tetapi juga terjadi di Orde Lama," paparnya.

Namun apa yang terjadi di Indonesia, lanjut Fatwa, sangat berbeda dengan di Iran yang memang selalu mengalami suasana perang, bukti-bukti ini terlihat saat dirinya mengunjungi penjara dan museum penyiksaan di Iran.

"Disana benar-benar banyak yang mati ditahanan, ditunjukan dalam film dan alat-alat penyiksaan yang ada. Alat-alat itu bahkan ada hadiah dari negara lain," ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPRRI Hidayat Nur wahid menyampaikan ucapkan selamat kepada AM Fatwa yang mendapatkan anugerah dari pemerintah Republik Islam Iran. Ia menganggap, anugerah itu sudah pada tempatnya karena AM Fatwa dinilainya sudah berjuang melawan kedzaliman dalam waktu yang panjang.

"Kita selalu mempunyai tokoh-tokoh bangsa yang berkualitas yang diakui dunia internasional. Dan bahkan untuk menghadirkan demokrasi yang berkualitas menolak segala macam represif. Kapan pun waktunya, sesungguhnya adalah sesuatu nilai positif yang bisa diapresiasi oleh dunia internasional. Mudah-mudahan ini memberikan inspirasi kepada warga bangsa untuk menegakan UUD 1945, aturan yang ada, dan berani menyampaikan kritik," ujarnya. (novel)