Makin Aneh-Aneh! Panji Gumilang Hendak Bangun Gereja dan Pesantren Kristen di Ponpes Al Zaytun

Aneh Tapi Nyata! Panji Gumilang Mau Bangun Gereja dan Pesantren Kristen di Ponpes Al Zaytun

Eramuslim.com – Aneh tapi nyata, Panji Gumilang ingin bangun gereja dan pesantren Kristen di Ponpes Al Zaytun Indramayu.

Hal ini membuat publik semakin mempertanyakan sosok Panji Gumilang yang merupakan pendiri sekaligus pimpinan Ponpes Al Zaytun Indramayu tersebut.

Sebab, Panji Gumilang terus-terusan membuat kontroversi yang menghebohkan publik.

Ada banyak deretan kontroversi yang disebabkan oleh Panji Gumilang ini.

Terbaru, mengenai akan dibangunnya pesantren Kristen dan gereja di dalam Ponpes Al Zaytun Indramayu ini, seperti yang diunggah oleh kanal YouTube @ENN Indonesia.

Dikutip pada Selasa, 16 Mei 2023, dalam video durasi 4 menit 47 detik itu, tampak sahabat Panji Gumilang yang beragama Kristiani yaitu, Robin Simanullang membeberkan rencana tersebut.

Dirinya menyampaikan, bahwa pendeta dan Panji Gumilang berencana mendirikan gereja dan pesantren khusus umat Kristiani di Ponpes Al Zaytun.

Tak hanya itu, bahkan Syekh Panji Gumilang juga berencana untuk membangun seluruh rumah ibadah umat beragama yang ada di Indonesia.

“Saya bilang kalau disini ada pesantren Kristen, akan kita didik dengan baik. Dan jika ada santri Kristen, maka akan kita buat gereja disini (Ponpes Al Zaytun),” ungkap Robin Simanullang menirukan ucapan Panji Gumilang.

“Dan lebih dari itu akan dibangun tempat ibadah lainnya umat beragama di Indonesia,” ujar Robin.

Robin mengatakan, rencana Panji Gumilang untuk membangun pesantren Kristen dan gereja di Ponpes Al Zaytun Indramayu ini, karena ingin membuat kerukunan dengan membuat seluruh tempat ibadah bagi seluruh umat beragama.

Seperti pada saat acara besar pada 1 Muharram, kata dia Ponpes Al Zaytun Indramayu akan melaksanakan kegiatan yang dihadiri oleh seluruh kalangan.

Dalam hal ini, kata dia umat selain muslim juga turut akan diundang ke Ponpes Al Zaytun Indramayu, Jawa Barat, tersebut.

“Setiap 1 Muharram seluruh pasti diundang. Itu tokoh-tokoh dari berbagai umat beragama,” timpalnya.

Khutbah pakai Kitab Injil

Makin ngadi-ngadi! Pendiri Ponpes Al Zaytun Indramayu baca khutbah pakai kitab injil.

Netizen langsung istighfar. ‘Astaghfirullah!’.

Bahkan netizen menyebut ini adalah adzab bagi Zaytun dan Indramayu.

 

“ASTAGHFIRULLAH ADA 1 ORANG LAGI YG SEPERTI INI INSYAALLAH AZAB BAGI ZAYTUN DAN INDRAMAYU, tulis akun Febri Youngje21, sebagaimana dilihat dari kanal YouTube @ENN Indonesia, pada Selasa 16 Mei 2023.

Selain shaf salat idul fitri yang bercampur antara laki-laki dan perempuan, baru-baru ini heboh bahwa Pendiri Ponpes Al Zaytun Indramayu, Panji Gumilang membacakan khutbah pakai kitab Injil.

Khutbah tersebut juga disampaikan saat Idul Fitri 1444 H lalu.

Ini tentu saja membuat kontroversi Pendiri Ponpes Al Zaytun Indramayu itu semakin menjadi.

Banyak netizen yang menyayangkan Panji Gumilang membacakan khutbah pakai kitab injil.

Seperti netizen berikut ini yang menyayangkan, yang seharusnya mengajarkan toleransi kepada sunah-sunah nabi Muhammad SAW.

Pebri Ansih: Seharusnya bapak belajar toleransi lagi kepada sunah2 nabi Muhammad saw, sahabat dan tabi’in, dan imam2 yg sudah mengajarkan kita sesuai Alqur’an dan hadits

Dalam video yang diunggah oleh terlihat cuplikan Panji Gumilang tengah menyampaikan ceramahnya di mimbar masjid.

Dalam cover video itu, bertuliskan bahwa Panji Gumilang membacakan khutbah pakai kitab injil.

Dalam caption video juga tertulis “Detik-detik Panji Gumilang baca Kitab Injil saat khutbah Idul Fitri 1444 Hijriah,” tulis judul video yang berdurasi 8 menit 15 detik tersebut.

Dalam video Pendiri Ponpes Al Zaytun Indramayu memabcakan khutbah pakai kitab injil itu, membahas dan menyebut soal Kitab Perjanjian Lama, dan Perjanjian Baru yang dimiliki umat Kristiani.

“Kita tak bisa melupakan Kitab Perjanjian Lama dan maupun Perjanjian Baru,” ucap Panji Gumilang.

Panji Gumilang menyebut, Kitab Perjanjian Lama dan Baru merupakan bukti yang mencatat sejarah perkembangan umat manusia. Kemudian baru Allah SWT sempurnakan dengan menurunkan Kitab Suci Al Quran.

“Karena Kitab Perjanjian Lama dan Baru mencatat perkembangan umat manusia,” ujar Panji Gumilang.*

Sumber: disway

Beri Komentar