Rizal Ramli: Mendag Sudah ‘Offside’, Mas Jokowi Dipihak Mana?

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 11,79 persen dari bulan Juli 2018.

Meski turun, impor nonmigas menjadi penyumbang terbesar total impor dengan total 85 persen.

Impor komoditas susu, mentega, dan telur mengalami peningkatan besar yakni 94,19 persen dibanding bulan Juli 2018.

Data BPS menunjukkan nilai impor susu, mentega, dan telur di bulan Agustus 2018 mencapai 100,2 juta dolar AS.

Impor susu pada Agustus 2018 mencapai 23,9 ton dengan total nilai 55 juta dolar AS.

Kemudian untuk impor telur unggas di bulan Agustus mencapai 1,23 ton atau senilai 24.285 dolar AS.

Rincian impor mentega pada Agustus 2018 mencapai 18,3 juta dolar AS.

BPS mencatat defisit neraca perdagangan Indonesia selama Agustus 2018 mencapai 1,02 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Stok Beras di Gudang Bulog

Buwas memastikan tidak akan ada impor beras hingga akhir 2018.

Hal itu disampaikan Buwas menanggapi pemberian izin impor dua juta ton beras oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Insya Allah tidak ada (impor), ya karena sekarang kan saya masih berharap mudah-mudahan serapan masyarakat terhadap beras kita banyak nih. Kalau beras banyak kan kita bisa ambil lagi, kalau enggak untuk apa,” jelasnya, Selasa (4/9/2018).

Buwas mengatakan, stok beras sebanyak 2,6 juta ton yang ada di Bulog saat ini masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dengan demikian, kebutuhan untuk impor masih belum perlu dilakukan saat ini dan kemungkinan besar hingga akhir tahun.

Kemendag Terbitkan Izin Impor

Sebelumnya diberitakan, Kemendag telah menerbitkan kembali izin impor beras sebesar satu juta ton kepada Bulog.

Adapun izin impor tersebut dikeluarkan pada Juli 2018 dan mulai berlaku hingga September 2018.

Oleh karenanya, secara total Bulog mendapatkan izin untuk impor beras sebanyak dua juta ton.

Satu juta ton impor beras sudah direalisasikan Bulog pada medio Februari dan Mei 2018.

Sementara itu, terkait izin impor tambahan satu juta ton itu, Buwas menyatakan belum direalisasikan oleh Bulog.

“Ini belum karena itu baru wacana yang akan dimungkinkan ketika menghadapi sesuatu ke depannya, maka disiapkan impor dua juta itu,” kata dia. [tribun]