free hit counters
 

Bukannya Ngeri, Para Pilot AURI Senang Banget Ditembaki Musuh, Kenapa?

Redaksi – Jumat, 17 November 2017 08:30 WIB

Eramuslim.com – Setelah lebih dari 10 tahun Indonesia merdeka, sejumlah daerah ternyata merasa tidak puas bahkan dengan terang-terangan berupaya memisahkan diri, sehingga pemerintah pusat di Jakarta terpaksa harus menyelesaikannya secara militer.

Salah satu upaya pemisahan diri dengan cara membentuk negara baru dan menyatakan berpisah dari pangkuan RI adalah Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pimpinan Mr. Sjafrudin Prawiranegara yang dibentuk pada 15 Februari 1958 di Sumatera.

Upaya pemisahan diri dari PRRI itu jelas jadi ancaman serius bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan harus segera diambil tindakan tegas.

Tapi tindakan tegas yang harus diambil oleh pemerintah RI khususnya Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI/TNI) harus benar-benar terencana secara matang.

Pasalnya PRRI juga didukung oleh sejumlah unsur militer di Sumatera yang semula anggota APRI, sehingga memiliki kekuatan yang terlatih dan bersenjata lengkap.

Satuan-satuan militer yang mendukung APRI anatara lain Resimen IV/TT-I/Bukit Barisan di bawah komandan Letkol Achmad Husein, Tentara Territorium I di bawah komandan Kolonel Mauluddin Simbolon, Tentara Territorium II di bawah pimpinan Letkol Barlian, dan lainnya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru