free hit counters
 

Pierre Tendean, Prajurit TNI Berdarah Perancis

Redaksi – Jumat, 9 Agustus 2019 09:00 WIB

Eramuslim.com – PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menginspeksi calon taruna Akademi Militer (Akmil). Tiba-tiba, perhatiannya tertuju ke salah seorang calon taruna berparas bule. Hadi sempat bilang, “Wajahnya wajah Prancis”. Si calon taruna yang bernama Enzo Zenz Allie itu ternyata memang peranakan Sunda-Prancis. Masa kecilnya dihabiskan di Prancis, dan ketika SMP sempat mengeyam pendidikan pesantren di Serang, Banten.

Perkenalan itu terasa semakin unik karena Hadi dan Enzo berdialog dalam bahasa Prancis. Momen tersebut  terekam dalam video yang diunggah oleh akun [email protected]_angkatan_darat dan kini viral di media sosial.

Seperti Enzo, di masa lalu kita pernah punya kusuma bangsa berdarah Indo-Prancis. Namanya Pierre Tendean. Sejarah mencatat sosok Pierre sebagai satu dari sepuluh pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S).

Lahir di Batavia, 21 Februari 1939 dengan nama lengkap Pierre Andries Tendean. Piere berasal dari keluarga ras campuran. Ayahnya Aurelius Lammert Tendean orang Minahasa sedangkan sang ibu Maria Elizabet Cornet, perempuan berdarah Prancis Kaukasian. Pierre anak kedua dari tiga bersaudara dan merupakan anak lelaki satu-satunya di tengah keluarga Tendean.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus