free hit counters
 

Sulaiman Al Qonuni dan The Battle Of Mohawk

Redaksi – Kamis, 21 Muharram 1442 H / 10 September 2020 07:04 WIB

Eramuslim.com – Adalah Sultan Sulaiman Al Qanuni bin Salim I bin Beyzid II bin Mehmet Al Fatih. Sultan ke-10 dalam Estafet Kepemimpinan Khilafah Utsmaniyah (1520-1566). Beliau adalah Putra dari Sultan Salim I, Sang Penakluk Shafawiyah (Syiah) yang bersekutu dengan penjajah salibis Portugis ketika menghadapi kaum muslimin (Ahmad al-Usairy, Sejarah Islam, 2008, hal 363). Cucu dari Sultan Beyzid II, Serta Cicit dari Sultan Penakluk Benteng Konstatinopel, Muhammad Al Fatih.

Dalam sejarah Kekhalifahan Utsmaniyyah, tak ada Sultan yg paling dibenci BARAT melebihi kebencian mereka pada Sulaiman Al Qanuni. Saking dalamnya kebencian mereka terhadap Al Qanuni, maka dalam manuskrip sejarah para orientalis-orientalis Barat, Al Qanuni di Profiling sebagai Sultan penggila syahwat yg selalu dikelilingi oleh Hareem (Wanita) yang memamerkan aurat.

Hal ini mereka lakukan akibat dendam kesumat tak terbalaskan dari negeri2 Barat atas peristiwa PEMBANTAIAN SALIBIS dalam “The Battle Of Mohawk” yg telah mempermalukan dan mencoreng wajah mereka sepanjang peradaban dunia.



Padahal, betapa besarnya jasa sang Sultan terhadap negeri-negeri Eropa saat itu. Tanpa Al Qanuni, Negeri-Negeri di Eropa khususnya Perancis, tak akan pernah mengenal Tradisi Konstitusi dan Undang-Undang yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan Negara.

Ya.. Konstitusi Perancis, terbentuk atas draft undang-undang yang disusun oleh Sulaiman Al Qonuni. (Surat Otentik tentang ini Pernah dipamerkan Erdogan utk membungkan mulut kotor Sarkozy)

Lantas, apa yang membuat bangsa-bangsa Barat yang tidak tahu terimakasih itu menjadi begitu benci terhadap Sang Sultan… ???

Berikut Uraiannya…

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru