free hit counters
 

Sejarah Nanggroe Atjeh Darussalam (4)

Redaksi – Kamis, 24 Ramadhan 1440 H / 30 Mei 2019 15:15 WIB

Eramuslim.com – Pada abad ke-14 M, Kerajaan Budha Sriwijaya mulai mengalami kemunduran. Penyerangan yang dilakukan Majapahit tahun 1377 atas Sriwijaya membuat kerajaan besar ini limbung dan sekarat. Apalagi banyak bandar mulai melepaskan diri dan menjadi otonom. Raja, adipati, atau penguasa setempat yang telah memeluk Islam kemudian mendirikan kerajaan Islam kecil-kecil. Beberapa kerajaan Islam di Utara Sumatera pada akhirnya bergabung menjadi Kerajaan Aceh Darussalam.

PERJANJIAN TORDESILAS, SAAT PAUS RESTUI PERAMPOKAN

Di saat hampir bersamaan, akibat Perang Salib yang berkepanjangan dan persinggungannya dengan para pedagang dan orang Islam, Eropa mulai bernafsu untuk mencari emas, rempah-rempah, kain, dan segala macam kebutuhannya ke dunia lain yang selama ini belum pernah dijangkaunya. Orang Eropa mendengar adanya suatu dunia baru yang sangat kaya dengan rempah-rempah, karet, dan kekayaan alam lainnya, termasuk emas permata. Dunia baru itu terletak di selatan.

Tahun 1494 Paus Alexander VI memberikan mandat resmi gereja kepada Kerajaan Katolik Portugis dan Spanyol melalui Perjanjian Tordesillas.[1] Dengan adanya perjanjian ini, Paus Alexander dengan seenaknya membagi dunia di luar daratan Eropa (Christendom atau Terra Biblica) menjadi dua kapling untuk dirampok sekaligus tujuan penyebaran misi salib, satu untuk Portugis dan yang lainnya untuk Spanyol.

Kedua kerajaan itu, terutama Spanyol, dalam periode tersebut adalah bangsa penjelajah terkenal di Eropa (Congquestadores). Garis demarkasi dalam perjanjian Tordesilas itu mengikuti lingkaran garis lintang pada 100 liga dari Tanjung Pulau Verde, melampaui kedua kutub bumi.

Pembagian ini memberikan Dunia Baru—kini disebut Benua Amerika—kepada Spanyol. Afrika serta India diberikan pada Portugal. Perjanjian yang disepakati di kota Tordesillas (Castile) pada 7 Juni menggeser garis demarkasinya Paus Alexander VI ke arah timur sejauh 1.170 kilometer dari Tanjung Pulau Verde. Brazil pun jatuh ke tangan Portugal. Jalur eksplorasi (baca: perampokan) bangsa Eropa ke arah timur jauh menuju kepulauan Nusantara pun terbagi dua. Katolik Spanyol berlayar ke Barat dan Katolik Portugis ke Timur. Keduanya akhirnya bertemu di Maluku, di Laut Banda.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus