Hamas dan Presiden Palestina Desak Liga Arab Tekan Zionis Israel

Di tengah kegelapan karena aliran listrik yang terputus akibat blokade rejim Zionis Israel, warga Ghaza masih menghadapi serangan militer pasukan Zionis. Akibat operasi militer Israel Minggu (20/1) malam, dua warga Ghaza gugur dan dua orang lainnya dalam kondisi kritis.

Israel mengakui telah menembakkan dua misil ke Ghaza. Selain melakukan operasi militer Jalur Ghaza, pasukan Zionis juga menggelar operasi militer ke Tepi Barat. Israel mengklaim sejak hari Selasa pekan kemarin, para pejuang Palestina telah menembakkan sekitar 230 roket ke wilayah Israel. Sementara operasi pasukan Zionis ke Jalur Ghaza selama hampir sepekan ini, telah menewaskan 36 warga Palestina.

Bantuan Negara-Negara Arab

Ketua Biro Politik Hamas Khalid Mishaal dan Presiden Palestina Mahmud Abbas menyerukan negara-negara Arab agar memberikan bantuan untuk memulihkan pasokan listrik di Jalur Ghaza.

"Kami tidak meminta Anda untuk mengambil tindakan militer terhadap Israel, tapi hanya meminta Anda mendukung kami dengan penuh hormat dan kebanggaan, " tukas Mishaal.

"Semua pemimpin Arab, lakukanlah tekanan yang nyata untuk menghentikan kejahatan Zionis… Tunjukkan peran dan tanggung jawab kalian, " himbau Mishaal dari Suriah-tempat ia diasingkan-dalam wawancara dengan al-Jazeera.

Presiden Palestina Mahmud Abbas, lewat juru bicaranya, Nabil Abu Rudeina mendesak Israel agar segera mencabut blokade terhadap Ghaza dan mengirimkan kembali pasokan bahan bakar ke wilayah itu. Abbas, menurut Rudeina juga meminta agar segera digelar "pertemuan khusus" dengan Liga Arab untuk membahas krisis di Ghaza.

"Jika Israel tidak mencabut blokadenya dalam beberapa jam ke depan, kami akan membawa masalah ini ke Dewan Keamanan PBB, " ancam Rudeina. (ln/aljz)