Menlu Israel: Perdamaian Palestina-Israel Cuma Ilusi

Menlu Israel Avigdor Lieberman mengisyaratkan penolakannya terhadap proses perdamaian di Timur Tengah. Ia kembali mengajukan persyaratan jika pembicaraan damai Israel-Palestina ingin dilanjutkan. Namun ia menegaskan tetap menolak seluruh tuntutan yang diajukan Palestina, khususnya masalah penghentian pembangunan pemukiman.

Dalam pertemuan dengan delegasi dewan legislatif AS dari Partai Demokrat, Lieberman mengatakan bahwa perdamaian di Timur Tengah cuma ilusi dan Israel menerapkan kebijakannya berdasarkan realitas bukan ilusi dalam melakukan dialog dengan Palestina, meningkatkan situasi keamanan dan perekonomian Palestina.

"Itu hasil maksimum yang bisa kita lakukan dalam beberapa tahun mendatang," kata Lieberman.

Menurut Lieberman upaya-upaya perdamaian tidak akan berhasil, hasilnya akan mengecewakan dan hanya akan menimbulkan konfrontasi. Lieberman mengungkap pernyataan itu sebagai bentuk penolakannya terhadap desakan Presiden AS Barack Obama yang meminta Israel segera menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina Tepi Barat dan Yerusalem Timur (Al-Quds).

Para pejabat Israel termasuk PM Israel Benjamin Netanyahu sudah menegaskan bahwa Israel tidak akan tunduk dengan desakan AS soal pemukiman Yahudi. Situasi ini memicu ketegangan antara dua negara sekutu yang selama ini seiring sejalan, pemerintahan Netanyahu dan pemerintahan Obama.

Israel makin berang ketika tahu salah seorang konsul jenderalnya di Boston, AS, Nadav Tamir mengeluarkan memo yang mengkritik sikap pemerintahan Netanyahu. Dalam memonya, Tamir menyatakan bahwa konflik antara pemerintahan di Israel dan pemerintahan Obama membahayakan dukungan publik dunia pada Israel. Memo yang bocor ke media massa itu menyebabkan Tamir ditarik dari Boston.

"Siapa pun yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah dan tidak senang dengan kebijakan-kebijakan pemerintah boleh mundur," tantang Lieberman terkait memo Tamir. (ln/prtv)