Sedekah Penolak Bala

Wajah peminta-minta itu berubah cerah. Sambil terus mengucapkan terima kasih, pengemis itu pun pergi.

“Jangan khawatir, kita masih bisa makan telur burung merpati yang akan kuambil dari sarangnya di atas pohon!” ujar sang suami sebelum sang istri mendebatnya.

Lelaki itu kemudian memanjat pohon besar di samping rumahnya. Ia segera mengambil beberapa telur di sarang yang ditinggalkan induk burung merpati. Dengan telur itu, ia dan keluarganya dapat makan untuk sehari.

 

Pulanglah sang ibu merpati ke sarangnya. Ia sangat kesal karena lelaki itu lagi-lagi mengambil telurnya. Perasaannya bercampur kecewa karena kedua jin yang ditugaskan Nabi Sulaiman ternyata tidak menjalankan perintah baginda.

Maka induk merpati itu kembali menghadap Nabi Sulaiman dan mengadukan kejadian tersebut kepadanya. Nabi Sulaiman bertambah marah. Kedua setan yang diberi tugas menjaga pohon itu dipanggilnya.

“Kalian berdua telah berkhianat!” seru Nabi Sulaiman.

“Kami sama sekali tidak mengkhianatimu!” jawab para setan itu serempak.

“Kami berdua siang-malam selalu menjaga pohon itu dan juga sarang burung merpati ini,” tutur salah satu jin itu, “Tetapi ketika lelaki itu akan memanjat pohon, datanglah seorang pengemis mengetuk pintu rumahnya.”

“Lelaki itu memberikan sekerat roti kepada pengemis tersebut. Begitu ia memanjat pohon, kami berdua hendak menahannya. Tiba-tiba, dua malaikat datang kepada kami. Yang satu melemparku ke arah terbitnya matahari dan meninjuku terus-menerus hingga aku tak berdaya. Yang lainnya melemparkan kawanku ini ke arah tenggelamnya matahari, dan juga membuatnya tidak berdaya,” jelas si setan.

Nabi Sulaiman pun menyadari bahwa kedua jin itu tidak bermaksud ingkar terhadap perintahnya. Mereka hanya tidak mampu karena malaikat terlebih dahulu mencegah keduanya. Ternyata, sedekah yang dilakukan si pria telah membuatnya aman dari marabahaya setan.

Ingat sabda Rasulullah SAW, “Sedekah itu benar-benar menolak bala.” (HR Thabrani dari Abdullah ibnu Mas’ud). (Rol)

OLEH HASANUL RIZQA