Sejarah Rahasia Iluminati: Ideologi Zionis-Kristen Dibalik WTC-911 Conspiracies (5)

“IN THE NAME OF DOLLAR, OIL, AND GOD”

Ahad malam, 7 Oktober 2001. Jarum jam baru menunjukkan angka 8.45 waktu setempat. Raungan mesin pesawat dari puluhan jet tempur Amerika tiba-tiba merobek langit Afghanistan. Dari arah perbatasan Pakistan, sejumlah jet tempur dengan royal menghujani lima kota besar Afghanistan : Kandahar, Kabul, Mazar-e-Sharif, Jalalabad, dan Herat. Kegelapan malam berubah menjadi lautan api.  Cahayanya berpendar menerangi kawasan perbukitan di sekitarnya.

Hanya duapuluh enam hari setelah peristiwa WTC, Amerika Serikat menembakkan salvo tanda dimulainya perang terhadap Afghanistan. Sebuah penyerangan yang pengecut, karena untuk melawan Afghanistan yang notabene negara miskin saja, Amerika merasa perlu mengumpulkan negara-negara sekutunya agar mau bersama-sama mengeroyok Afghanistan. Jadilah pertarungan antara sekawanan elang pemakan bangkai melawan seekor kelinci.

Ironisnya, semua ini dilakukan Gedung Putih hanya berdasar tudingan, tanpa bukti sedikit pun. Akibatnya ribuan anak-anak Afghan menemui syahid secara mengerikan. Tak terhitung banyaknya yang mengungsi atau yang kehilangan sanak-keluarganya.

Pagi hari, Selasa, 13 November 2001, pasukan Koalisi pimpinan AS memasuki Ibukota Afghanistan, Kabul, yang ternyata sudah dikosongkan Mujahidin Thaliban pada malam harinya. Tidak terjadi pertempuran. ‘Jatuhnya’ Kabul dianggap oleh Amerika sebagai kemenangan. Padahal sampai hari ini, walau pemerintahan boneka AS pimpinan Hamid Karzai sudah dibentuk, pejuang-pejuang Thaliban dan Mujahidin lainnya masih melakukan serangan secara bergerilya. (Rizki Ridyasmara)