Dua Organisasi Muslim Kanada Siapkan Pelayaran ke Gaza

Dua organisasi pro-Palestina di Montreal Kanada menggalang dukungan untuk ikut mengirimkan kapal misi kemanusiaan ke Jalur Gaza bulan Oktober mendatang.
Penulis dan aktivis di Motreal, Ehab Lotayef sudah meluncurkan program penggalangan dana untuk misi tersebut di gedung pertemuan di Toronto pekan kemarin. Ia mengajak komunitas Muslim di Kanada. Ia mengajak komunitas Muslim untuk memberikan dukungan terhadap misi pelayaran itu dan memberikan bantuan untuk warga Gaza.
Pekan ini, tim Lotayef akan menggelar penggalangan dana di Montreal dan akan menghadirkan dua aktivis asal Kanada yang ikut dalam pelayaran Mavi Marmara pertama dan lolos dari maut saat kapal itu diserbu dan diserang pasukan komando Israel. Ia mengatakan, organisasinya akan bekerjasama dengan Free Gaza Movement di Eropa dalam misi ke Gaza.
Aktivis pro-Palestina lainnya yang juga akan menggalang dukungan dan bantuan untuk misi pelayaran kapal Kanada ke Gaza adalah Laith Marouf. Pekan depan , Marouf juga akan menggelar kampanye untuk misi tersebut di Montreal. Ia menyatakan telah mendapat dukungan dari berbagai komunitas masyarakat di Quebec, gereja, organisasi hak asasi manusia dan organisasi-organisasi perdamaian dari Timur Tengah. Namun ia menolak untuk menyebut nama masing-masing organisasi tersebut.
Marouf juga mengatakan, pihaknya ingin menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat Kanada tentang rencana pelayaran ke Jalur Gaza sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Gaza yang masih berada dalam blokade rezim Zionis Israel. Mereka akan membawa peralatan untuk menyaring air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Gaza.
Menurut Marouf, mereka membutuhkan dana sekitar 300.000 dollar untuk membiayai pelayaran kapal dari Kanada ke Gaza dan saat ini baru terkumpul setengah dari dana yang dibutuhkan itu. Ia berharap, selama bulan Ramadan ini, organisasinya bisa menggalang dana tambahan dari komunitas Muslim.
Bulan Oktober mendatang, para aktivis dari seluruh dunia akan kembali menggelar pelayaran "Freedom Flotilla 2". Penyelenggara "Freedom Flotilla 2" di Eropa kini sedang melakukan persiapan, yang akan melibatkan 35 awak media massa dan 9.00 aktivis internasional. (ln/motrealgazette)
Lainnya (Arsip)
- Mahkamah Internasional Akhirnya Akui Kemerdekaan Kosovo
Jumat, 23/07/2010 12:56 WIB - Laporan Media: 5 Tersangka Mata-Mata Israel Melarikan Diri dari Libanon
Jumat, 23/07/2010 12:56 WIB - Dan Kumispun Jadi Bahan Perdebatan di Parlemen Turki
Jumat, 23/07/2010 12:56 WIB - Gerakan "Intifada" Muslim Kashmir Melawan Penindasan India
Jumat, 23/07/2010 10:41 WIB - Pakai Burkini, Dua Muslimah Perancis Diusir dari Kolam Renang
Jumat, 23/07/2010 10:02 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




