Edan, Produk Olahan Daging Anjing, Keledai, dan Kucing Beredar di Mesir

Beriringan dengan melonjaknya harga daging yang tembus hingga angka 50 persen di Mesir, beberapa produk olahan daging anjing dan keledai (semisal sosis, soguk, hawawshi, daging giling, dan lain-lain) beredar di pasaran kota-kota negara itu.
Surat kabar independen Mesir Al-Mashri Al-Yaum (27/4) menguak kasus beredarnya produk olahan daging tersebut di kota Alexandria. Beberapa puluh potongan kepala anjing dan keledai ditemukan di tempat jagal di bilangan Amiriya, Alexandria.
Salah seorang penduduk bilangan tersebut, Mahmoud Ali, mengaku jika beredarnya beberapa produk olahan daging anjing dan keledai di bilangannya sudah terjadi cukup lama. Kebanyakan produk tersebut dikemas dalam bentuk daging giling atau hawawshi.
"Produsen daging olahan itu kemudian menjual dan mendistribusikannya ke toko-toko dan warung-warung kebab," kata Ali.
Seorang penduduk yang lain, Salim Ahmad, mengatakan jika peredaran produk olahan daging tersebut tidak hanya terbatas di pasar-pasar kawasan kumuh (slum/ashwa'iyyah), tetapi juga di restoran-restoran dan hotel di Alexandria.
Namun, peredaran produk olahan daging anjing dan keledai itu lebih banyak terkonsentrasi dan sudah berlangsung sangat lama di kawasan penduduk menengah ke bawah dan kumuh (ahya ahu'biyyah wa ashwa'iyyah).
"Para penduduk di kawasan menengah ke bawah dan kawasan kumuh adalah konsumen produk tersebut. Mereka sebenarnya tahu itu produk daging anjing dan keledai, tetapi tetap saja mengkonsumsinya karena harganya yang terjangkau oleh uang mereka," jelas Gamal Abdul Lathif, seorang penduduk lainnya.
Pasca terungkapnya kasus ini secara publik, pihak pemerintahan daerah Alexandria kini segera melakukan penyelidikan serius.
Sementara itu, harian berbahasa Arab lainnya, Al-Quds (27/4), melansir, jika kasus beredarnya produk daging olahan anjing dan keledai ini juga terjadi di beberapa kawasan kumuh ibu kota Kairo dan provinsi Giza, semisal Kadrasah, Bulaq Daqrur, Warraq, dan lain-lain.
Di kawasan-kawasan tersebut, bukan hanya daging anjing dan keledai saja yang beredar, tetapi juga produk olahan daging kucing dan daging ternak tiren (mati kemaren).
Sekitar seminggu yang lalu, pihak keamanan Kairo berhasil meringkus petugas di salah satu rumah jagal di kota tersebut yang kedapatan tengah mengolah 'bangkai' daging kerbau. Petugas jagal itu mengaku jika dirinya mengumpulkan hewan-hewan ternak yang sudah mati dari para petani, untuk kemudian ia sembelih dan kuliti, dan dijadikan produk daging olahan. (my/qs)
Lainnya (Arsip)
- Mufti Mesir Dukung Ikhtilat?
Rabu, 28/04/2010 12:59 WIB - CPJ: 16 Wartawan Tewas oleh Pasukan AS di Irak
Rabu, 28/04/2010 12:09 WIB - Israel Siap Luncurkan Saluran TV Berbahasa Arab
Rabu, 28/04/2010 11:25 WIB - Arab Saudi Gelar Konferensi Al-Quran Pertama di Jeddah
Rabu, 28/04/2010 09:02 WIB - Pauline Hanson Tidak Akan Menjual Rumahnya Kepada Seorang Muslim
Rabu, 28/04/2010 06:32 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




