Hukuman Mati Untuk Enam Muslim Uighur
.jpg)
Pengadilan tingkat menengah kota Urumqi menjatuhkan vonis hukuman mati pada enam orang Muslim Uighur yang diduga terlibat dalam bentrokan dengan etnis Han China di kota Xinjiang yang terjadi bulan Juli lalu. Sedangkan satu orang terdakwa, hanya dikenakan hukuman penjara karena dianggap mau bekerjasama dengan aparat sehingga mereka yang terlibat dalam kerusuhan itu berhasil ditangkap.
Persidangan hari Senin (12/10) dihadiri oleh anggota keluarga yang menjadi diklaim sebagai korban aksi kekerasan yang dilakukan Muslim Ughur itu. Mereka mengaku sangat puas dengan vonis hakim.
Juru bicara pemerintahan regional Xinjiang, Li Jie mengakui, vonis yang dikenakan pada tujuh orang terdakwa bisa menimbulkan reaksi dari komunitas Uighur bahkan aksi kekerasan lagi di Xinjiang. Namun ia tidak menyebutkan langkah antisipasi apa yang akan dilakukan pemerintahan regional.
Kerusuhan yang terjadi di Xinjiang-kota dengan mayoritas penduduk Muslim-bulan Juli kemarin dipicu oleh tewasnya dua lelaki Muslim Uighur setelah terjadi percekcokan di sebuah pabrik mainan. Insiden ini mendorong warga Muslim Uighur, yang sudah lama kecewa dengan kebijakan-kebijakan pemerintah China, menggelar aksi unjuk rasa di kota Urumqi, ibukota Xinjiang.
Mereka memprotes ketidakadilan dan pembatasan yang diberlakukan pemerintah China terhadap komunitas Muslim Uighur serta pengerahan etnis Han China ke wilayah Xinjiang. Aksi protes berubah menjadi bentrokan berdarah dengan komunitas etnis Han yang menimbulkan korban, 197 orang tewas dan lebih dari 1.600 orang luka-luka.
Sejak kerusuhan bulan Juli lalu, otoritas pemerintah China memperketat keamanan di Xinjiang terutama menjelang proses persidangan. Pemerintah China mengerahkan sekitar 14.000 pasukan yang berpatroli selama 24 jam di wilayah itu.
Sementara organisasi World Uighur Congress menilai vonis yang dijatuhkan pada para terdakwa tidak fair, karena mereka tidak cukup diberi kesempatan untuk membela diri. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- Cegah Perceraian, Malaysia Tawarkan Bulan Madu Gratis
Selasa, 13/10/2009 08:51 WIB - Al-Azhar : Wajah Perempuan Bukan Aurat
Selasa, 13/10/2009 08:16 WIB - Uni Eropa Mengkritik Militer Turki
Selasa, 13/10/2009 08:12 WIB - Kalau Tidak Curang, Biarkan Kami Tampil di Televisi, Iran!
Selasa, 13/10/2009 06:39 WIB - Deplu Israel Rapat Darurat Bahas Sikap Turki
Senin, 12/10/2009 17:17 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




