Iran Gantung Pimpinan Kelompok Jundullah

Senin, 21/06/2010 07:45 WIB | Arsip | Cetak

Abdul Malik Riji

Iran mengatakan mereka telah mengeksekusi mari pemimpin kelompok yang di cap teroris oleh Iran Jundallah yang berbasis di Pakistan, Abdul Malik Riji yang beberapa waktu lalu telah ditangkap dan Iran saat ini ia dan kelompoknya tengan mempersiapkan diri untuk memulai babak baru serangan terhadap negara Iran.

Riji digantung pada hari Ahad pagi kemarin (20/6) di penjara Evin Teheran atas keputusan yang dikeluarkan oleh pengadilan negara Revolusi Syi'ah Iran, seperti dilaporkan kantor berita Fars.

Pemimpin kelompok Jundallah yang konon aksi-aksinya didukung oleh AS didakwa dengan 79 tuduhan kejahatan termasuk perampokan bersenjata, operasi pengeboman di tempat umum, serangan bersenjata pada tentara, personel polisi, dan warga sipil biasa, upaya pembunuhan, mengganggu stabilitas regional, penculikan dan pembunuhan.

Eksekusi Riji datang setelah pasukan keamanan Iran menangkap dia pada tanggal 23 Februari di Iran timur ketika ia dalam penerbangan dari Dubai menuju ke Kyrgyzstan.

Setelah penangkapannya, Menteri Intelijen Iran Heidar Moslehi mengatakan Riji berada di sebuah pangkalan militer Amerika 24 jam sebelum dirinya ditangkap, dan Amerika Serikat telah telah membuat sebuah paspor Afghanistan untuknya.

Riji, didampingi pengacaranya, muncul di pengadilan untuk pertama kalinya pada 27 Mei lalu di hadapan keluarga korban yang dibunuh oleh kelompoknya.

Dalam sidang, jaksa Iran menuntut hukuman mati baginya.

Setelah mengajukan permintaan, Riji mengaku bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan oleh kelompoknya, dan ia mengakui bahwa tindakan kelompoknya adalah melanggar aturan Islam dan kemanusiaan.

Setelah mengaku bersalah terhadap semua dakwaan terhadap dirinya, pemimpin Jundallah tersebut meminta pengampunan dan mengajukan kasasi terhadap keputusan untuk eksekusi.

Namun ketua Yudikatif Iran Ayatollah Shadiq Amoli Larijani, menolak keberatan tersebut dan memerintahkan eksekusi mati dilaksanakan.

Pemimpin kelompok Jundullah ini sebelumnya mengaku memiliki hubungan dengan pejabat NATO di Afghanistan dan lembaga mata-mata asing seperti CIA dan Mossad.(fq/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang