HAM PBB Bentuk Tim Pencari Fakta

Selasa, 13/01/2009 10:51 WIB | Arsip | Cetak

Dewan HAM PBB memutuskan untuk membentuk tim pencari fakta untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan militer Israel terhadap rakyat Palestina dalam agresi militernya ke Jalur Gaza.

Pembentukan tim pencari fakta itu dikukuhkan dalam resolusi yang dikeluarkan Dewan HAM PBB, Senin (12/1). Resolusi itu juga menyatakan mengecam keras operasi militer Israel di Jalur Gaza yang telah menimbulkan banyak pelanggaran terhadap hak asasi rakyat Palestina dan meminta Israel untuk menghentikan serangan yang diarahkan ke warga sipil.

Resolusi itu didukung oleh 33 negara dari kawasan Afrika, Asia, Arab dan Amerika Latin. Seperti biasanya, 13 negara Barat, kebanyakan dari kawasan Eropa menyatakan abstein atas resolusi mengecam Israel itu. Cuma Kanada, satu-satunya negara Barat yang mendukung resolusi tersebut.

Dengan resolusi itu, Dewan HAM PBB akan mengirimkan 10 pakar hak asasi manusia dan Komisaris Tinggi Dewan HAM PBB, Navi Pillay untuk menyelidiki pelanggaran HAM yang dilakukan Israel. Sebelumnya, Dewan HAM PBB juga membentuk tim pencari fakta internasional dan independen untuk menyelidiki pelanggaran HAM dan pelanggaran hukum kemanusiaan yang dilakukan Israel, setelah Israel membom sekolah-sekolah yang dikelola badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

Dalam rapat hari pertama Dewan HAM, Pillay menyatakan bahwa pelanggaran HAM yang terjadi di Jalur Gaza sangat serius dan sejumlah serangan Israel yang diarahkan ke warga sipil serta pekerja kemanusiaan sudah memenuhi syarat tuntutan sebagai bentuk kejahatan perang yang dilakukan Israel.

Negara Barat yang bersikap abstein beralasan, isi resolusi Dewan HAM PBB bias karena hanya menyebut pelanggaran yang dilakukan Israel tapi tidak menyinggung roket-roket yang ditembakkan Hamas. Negara-negara ini menyatakan meragukan kredibilitas dari resolusi tersebut.

Peran Dewan HAM PBB dalam kasus ini diuji, apakah Dewan ini mampu melakukan tugasnya membuktikan pelanggaran HAM Israel di Jalur Gaza yang sudah begitu kasat mata. Karena dalam kasus-kasus serupa, Israel selalu menolak bekerjasama dengan tim pencari fakta internasional. (ln/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang