Penyerang Kartunis Denmark Dikenai Dakwaan Terorisme

Tim jaksa penuntut di Denmark menambahkan satu dakwaan baru terhadap pemuda Somalia yang menyerang Kurt Westergaard, kartunis asal Denmark yang membuat kartun-kartun yang melecehkan Rasulullah Saw tahun 2005 lalu.
Pemuda Somalia berusia 28 tahun yang identitasnya masih dirahasiakan, dikenai dakwaan terorisme selain dakwaan percobaan pembunuhan terhadap Westergaard dan seorang polisi. Pemuda Somalia itu ditangkap setelah memaksa masuk ke rumah Westergaard di kota Aarhus tanggal dengan membawa kampak dan pisau. Diduga pemuda itu ingin membunuh Westergaard namun kartunis itu berhasil berlindung di sebuah ruangan dan tidak mengalami luka sedikitpun.
Polisi datang ke rumah Westergaard begitu mendengar alarm tanda bahaya dari dalam rumah dan menembak pemuda tersebut di bagian kaki dan tangannya. Sebelum berhasil diringkus, pemuda itu sempat melempar kampak ke arah polisi tapi lemparan itu luput.
Dalam pemeriksaan, pemuda Somalia itu tidak membantah telah masuk ke rumah Westergaard tapi menolak tuduhan bahwa ia berniat membunuh Westergaard. Intelejen polisi Denmark menuding pemuda tersebut punya hubungan dengan Al-Qaida dan kelompok militan Al-Shabaab di Somalia. Mereka menyebut insiden yang terjadi pada tanggal 1 Januari kemarin itu sebagai percobaan pembunuhan yang berkaitan dengan terorisme.
Ketua tim jaksa penuntut, Marian Thomsen dan Kepolisian East Jutland menyatakan, pihaknya menambahkan dakwaan terorisme terhadap pemuda Somalia itu karena "ada tujuan yang lebih besar dari sekedar upaya membunuh Kurt Westergaard."
Niels Christian Strauss yang menjadi kuasa hukum pemuda Somalia tersebut, belum bisa dimintai komentarnya soal tambahan dakwaan terorisme terhadap kliennya. Berdasarkan hukum yang berlaku di Denmark, pelaku yang melakukan kejahatan dengan latar belakang terorisme diancam hukuman penjara seumur hidup.
Masuk ke rumah orang tanpa ijin bahkan membawa senjata tajam seperti yang dilakukan pemuda Somalia itu, memang bukan tindakan yang benar. Tapi pemerintah Denmark begitu cepat menjatuhkan dakwaan terorisme. Sementara Kurt Westergaard yang telah melakukan kejahatan besar melecehkan Nabi dan agama tidak pernah dikenakan sanksi bahkan diberi perlindungan. (ln/rts)
Lainnya (Arsip)
- Menanti Obama di 2010
Selasa, 12/01/2010 10:12 WIB - Intelijen AS Buka Mulut Soal Kecurangan Israel dan Inggris
Selasa, 12/01/2010 10:10 WIB - Terungkap, Tentara Inggris Siksa Nenek Tua di Irak Sampai Mati
Selasa, 12/01/2010 09:58 WIB - Muhammad Badi Mursyid 'Am Ikhwan ke 8?
Selasa, 12/01/2010 08:54 WIB - Organisasi Bantuan Islam Internasional Bangun 6 Gedung Wakaf
Selasa, 12/01/2010 08:50 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




