Pasukan Somalia VS Asy-Syabaab, 54 Orang Dilaporkan tewas

Korban tewas akibat dua hari pertempuran di ibukota Somalia antara pasukan pemerintah dan kelompok pejuang Asy-Syabaab telah meningkat menjadi 54 orang, kata divisi pelayanan ambulans Somalia pada hari Kamis kemarin (11/3), ketika bentrokan mulai mereda dengan kedua belah pihak masing-masing mengklaim meraih kemenangan.

Pemerintah mendesak para penduduk untuk mengosongkan daerah-daerah dimana pertempuran itu terjadi, karena ada rencana pertempuran akan kembali berlangsung dengan Asy-Syabaab, namun pemerintah mengatakan mereka sampai sekarang belum memulai ofensif besar yang lama ditunggu-tunggu untuk mengusir kelompok oposisi dari Mogadishu dengan sekali serangan.

"Pemerintah hanya mengcounter-serangan para pemberontak. Kami akan melawan pemberontak seperti yang direncanakan, dan kami telah meminta warga sipil mengosongkan daerah-daerah tersebut," kata Muhammad Nur Abdul Rasaq, Walikota Mogadishu, kepada wartawan.

Kelompok pejuang Somalia telah memerangi pemerintah yang didukung Barat sejak awal tahun 2007 dan pemerintah telah mengepung beberapa blok wilayah yang dikuasai kubu oposisi pemerintah sejak Mei lalu.

"Kami telah membawa 54 orang tewas dan 140 lainnya terluka kemarin dan hari ini," kata Ali Muse, koordinator layanan ambulans, kepada Reuters.

Sebelumnya kelompok hak asasi manusia Elman telah melaporkan korban tewas sebanyak 38 orang dan 104 lainnya terluka.

"Korban tewas mungkin meningkat karena pertempuran yang mengerikan itu. Ratusan keluarga telah mengungsi dari setidaknya empat distrik di Mogadishu," kata Ali Yasin Gedi, wakil ketua kelompok, kepada Reuters.

Kedua belah pihak mengklaim meraih kemenangan setelah pertempuran sengit di ibukota yang telah mereda pada akhir Kamis kemarin.

"Kami menekan laju Asy-Syabaab dan menangkap sebagian besar mereka dari benteng-benteng mereka di utara Mogadishu," kata Syaikh Yusuf Mohamed Siad, menteri pertahanan negara Somalia, kepada Reuters.

Sedangkan Juru bicara Asy-Syabaab mengatakan para pejuang mereka telah membakar kendaraan lapis baja milik pasukan Uni Afrika. (fq/aby)

Jumat, 12/03/2010 08:06 WIB | email | print | share
 

Dunia Lainnya

 
 
Dunia
membuka hati dan pikiran kita
 
   
 
 
 

PELUANG

 
 
 

Agus Setiawan : Treasury Syariah Perlu Komitmen!
Masih kurangnya perhatian perbankan syariah mengenai masalah Treasury (asset and liability management) membuat Agus Setiawan selaku candidate CIBF (Certified Islamic Banking a...

Owner Manet: Bank Syariah Harus Bangun Relationship
Bank syariah rupanya masih dipandang belum sesempurna bank konvensional di kalangan pebisnis. Mereka sudah merasa aman dengan ‘hanya’ menitipkan dana pribadi ke ba...

iB Raih ?The New Wave Currency? Marketeers Award 2010 di IIMS
Perbankan Syariah Bank Indonesia memperoleh  penghargaan sebagai The New Wave Currency oleh MarkPlus, Inc bekerja sama dengan Marketeers pada pameran Indonesia International ...

Bank Muamalat Indonesia Selesai Right Issue, Saatnya Tingkatkan Asset
Right Issue Bank Muamalat Indonesia (BMI) telah selesai dilaksanakan dengan total capaian Rp673 milYar. Komposisi pemegang Saham yang berhasil dilakukan adalah IDB 32%, SETCO ...

 
 
 
 
 
 
 
 
Education Corner

Ibu Mertua (Nenek) Yang Mengatur Pengasuhan Bayi

Saya ingin mengasuh bayi saya sendiri tanpa harus ada campur tangan mertua, terlebih lagi mertua saya terlalu memanjakan bayi saya, keluar areal rumah ndak dikasi, bahkan hanya untuk berkunjung ke tetangga ndak boleh.

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Dr. Indah SPKK, Rawat Pasien dengan Senyum Indah

Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Kuliah Perdana UK

Apa itu UK ? United Kingdom ? Bukan ! Di ACT, UK jadi akronim dari Universitas Kerelawanan. UK adalah salah satu program ACT untuk membina dan mengorganisir masyarakat relawan di seluruh Indonesia.

 
 
 
 
Eramuslim Digest Outlet Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login