Puisi "Untuk Ladang Pembantaian Gaza"

Kamis, 05/02/2009 18:50 WIB | Arsip | Cetak

Beberapa waktu lalu seorang penyanyi barat  Michael Heart mewujudkan ekspresinya terhadap rakyat Gaza dengan membuat sebuah lagu We Will Not Go Down (Song For Gaza) - dan sekarang ada puisi yang ditujukan buat masyarakat Gaza.

Seorang editor majalah puisi berbasis di London - Poet Mevlut Ceylan, menulis puisi untuk ladang pembantaian Gaza yang berjudul "Thou Shalt Not Kill", terinspirasi oleh aksi penyerangan 22 hari Israel ke Gaza.

Agresi Israel besar-besaran Israel ke Gaza pada 27 Desember 2008 yang lalu, telah menewaskan lebih dari 1300 warga Palestina, sepertiganya adalah anak-anak, dan sedikitnya 5300 orang yang terluka.

Serangan Israel ke Gaza menghancurkan infrasruktur disana - rumah sakit, sekolah, masjid dan bangunan pemerintah menjadi target serangan tersebut dan juga mengakibatkan Gaza kekurangan listrik, gas dan air bersih.

Inilah puisi tersebut :

THOU SHALT NOT KILL

for gaza the killing field

am i a fly

who rummages through

an ancient scroll

or fleeing for his life

but caught

by the net of lies

am i a fly

who drills through

fragrance of high walls

or meeting death briefly

by the road

of broken promises

the fly sits within

carving head stones

of an arid mind

or the mind

at dawn welcomes

the new Dark Age

Terjemah bebas nya :

Janganlah Engkau Membunuh

Untuk Ladang Pembantaian Gaza

apakah aku seekor lalat

yang berjuang melalui

sebuah prasasti tua

atau terbang untuk hidupnya

tapi tertangkap

oleh jaringan kebohongan

apakah aku seekor lalat

yang menembus melalui

wewangian dinding yang tinggi

atau menemui ajal di awal

dengan jalan

dari perjanjian yang rusak

lalat yang duduk di dalam

kerangka berkepala batu

dari sebuah otak tak berperasaan

atau pikiran

pada fajar menjelang

Abad kegelapan yang baru

(fq/wb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


BSM Terima Penghargaan Service Excellence Award 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menoreh prestasi sebagai  Award Service Excellence Award 2012. Penghargaan kali ini diberikan oleh  Carre Customer Satisfaction & Lo...

Bedah Film Negeri 5 Menara di Universitas Mercubuana
Karya Anak bangsa yang mulai tayang perdana 1 Maret 2012 ini terus mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui Bedah Film Nasional N5M ...

Baso Jadi Nominator di Festival Film Bandung
Alhamdulillah, Film Negeri 5 Menara yang disponsori oleh  iB Perbankan Syariah bank Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri . ...

Ekonomi Syari’ah, Kunci Atasi Krisis Global
Berbagai kelemahan yang terdapat pada bank konvensional menjadi isu utama penyebab krisis keuangan global. System ekonomi syari’ah memiliki daya tahan yang kuat terhadap kri...


Peluang