Rela Tinggalkan Kampung Halaman Demi Jilbab

Rabu, 19/05/2010 15:39 WIB | Arsip | Cetak

Jika iman sudah menancap di dalam dada, halangan ataupun ancaman tidak akan membuat seorang muslim menanggalkan keyakinan yang diyakini dan hal inilah yang terjadi terhadap keluarga mualaf di Swiss.

Sebuah keluarga Muslim di Swiss harus rela meninggalkan kampung halaman mereka demi mempertahankan jilbab putri mereka yang masih duduk di bangku sekolah.

Tina Nasafi, ibu pelajar putri ini mengatakan bahwa anaknya sudah dilarang masuk ke sekolahnya di kota Schaffhausen karena menolak melepas jilbab. Karena tindakan diskriminatif itu, sejak September tahun lalu keluarga Muslim ini terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka dan pindah ke provinsi Biel Swiss, Kantor berita IRNA melaporkan.

Keluarga Swiss yang sebelumnya memeluk agama Kristen ini mengatakan bahwa warga di Biel umumnya punya cara berpikir yang lebih bebas dan dapat menghargai perbedaan pendapat dan keyakinan. Karena itu warga Muslim di daerah ini dapat menjalankan ibadah dan mengenakan jilbab dengan leluasa tanpa ada halangan.

Populasi warga Muslim di provinsi Biel Swiss sejak tahun 1990 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan ditaksir saat ini mencapai empat ribu jiwa. (fq/irib)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang