Rela Tinggalkan Kampung Halaman Demi Jilbab

Jika iman sudah menancap di dalam dada, halangan ataupun ancaman tidak akan membuat seorang muslim menanggalkan keyakinan yang diyakini dan hal inilah yang terjadi terhadap keluarga mualaf di Swiss.
Sebuah keluarga Muslim di Swiss harus rela meninggalkan kampung halaman mereka demi mempertahankan jilbab putri mereka yang masih duduk di bangku sekolah.
Tina Nasafi, ibu pelajar putri ini mengatakan bahwa anaknya sudah dilarang masuk ke sekolahnya di kota Schaffhausen karena menolak melepas jilbab. Karena tindakan diskriminatif itu, sejak September tahun lalu keluarga Muslim ini terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka dan pindah ke provinsi Biel Swiss, Kantor berita IRNA melaporkan.
Keluarga Swiss yang sebelumnya memeluk agama Kristen ini mengatakan bahwa warga di Biel umumnya punya cara berpikir yang lebih bebas dan dapat menghargai perbedaan pendapat dan keyakinan. Karena itu warga Muslim di daerah ini dapat menjalankan ibadah dan mengenakan jilbab dengan leluasa tanpa ada halangan.
Populasi warga Muslim di provinsi Biel Swiss sejak tahun 1990 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan ditaksir saat ini mencapai empat ribu jiwa. (fq/irib)
Lainnya (Arsip)
- Pemimpin Jundullah: Agen Mata-Mata AS dan Israel Perintahkan Pembunuhan di Iran
Rabu, 19/05/2010 15:38 WIB - Akhir Pekan, Eropa akan Diguncang Aksi Protes Larangan Cadar
Rabu, 19/05/2010 14:14 WIB - Erdogan: Dunia Harus Fokus Terhadap Nuklir Israel
Rabu, 19/05/2010 14:13 WIB - Rusia dan China Menyetujui Sanksi Terhadap Iran
Rabu, 19/05/2010 14:13 WIB - Taliban Serang Pangkalan Militer AS di Bagram
Rabu, 19/05/2010 13:11 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




