Mirip Indonesia, Warga Mesir Habiskan Duit Hanya Untuk Pakaian dan Barang Elektronik

Jumat, 11/06/2010 09:23 WIB | Arsip | Cetak

Tampaknya kondisi krisis ekonomi dan penderitaan warga Mesir atas kesulitan ekonomi tidak mempengaruhi warga Mesir untuk cinta kehidupan dan kenikmatan, hal ini ditemukan oleh sebuah studi global yang menunjukkan bahwa warga Mesir telah menghabiskan sebagian besar surplus keuangan mereka hanya untuk membeli pakaian dan produk teknologi, telepon khususnya selular dan komputer, dan setidaknya hal ini lebih tinggi di antara negara-negara Timur Tengah dan Afrika.

Penelitian yang dilakukan oleh Nelson - sebuah lembaga riset pasar dan studi ekonomi - Mesir termasuk dari 55 negara yang boros, dengan 34% dari surplus kas warganya hanya untuk membeli pakaian jadi, dan 29% untuk pembelian produk teknologi komputer, ponsel dan serta perangkat elektronik, dengan sisanya dibagikan ke sektor lain.

Penelitian yang diterbitkan dalam surat kabar Al Masry Al Yaum menyakan bahwa warga Mesir yang kurang suka menabung sebesar 28%, dibandingkan dengan 34% di Afrika Selatan, 34% di Arab Saudi, dan 44% di Pakistan, dan 56% di UAE.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 16% dari warga Mesir percaya bahwa masa depan pekerjaan lokal selama tahun berjalan adalah buruk, sedangkan 35% dari mereka menganggap bahwa perkembangan fungsi ini tidak terlalu baik, dan 33% dari mereka merasa bahwa semuanya itu baik, sedangkan 10% digambarkan sebagai "sangat baik."

Hani Said Mowafy, presiden riset pasar Nielsen Global di Timur Tengah dan Afrika, kepada Al Masry Al yaum menyatakan bahwa 63% dari warga Mesir percaya bahwa negara mereka sedang mengalami resesi, sementara 37% dari mereka menolak adanya situasi ini.

Mowafy mengatakn bahwa 15% dari warga Mesir menekankan bahwa adanya kekhawatiran yang terbesar dalam 6 bulan mendatang adalah adanya ketidakmampuan untuk mencapai keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan, sementara 15% juga mengatakan bahwa kekhawatiran utama terkait dengan keamanan pekerjaan.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang