Syaikh Luhaidan : Virus Flu Babi Itu Tidak Ada!

Pernyataan yang cukup 'aneh' dikatakan oleh seorang ulama terkemuka Saudi, dirinya mengatakan bahwa virus flu babi- yang telah dinyatakan sebagai pandemi- adalah sesuatu yang tidak ada dan kehebohan yang mengatakan tentang virus H1N1 hanyalah sebuah propaganda yang mungkin tujuannya untuk memperoleh keuntungan finansial, seperti dilaporkan pers pada hari Rabu kemarin (28/10).
Syaikh Saleh al-Luhaidan membuat komentar tersebut ketika ia memberikan ceramah di sebuah masjid di ibukota Saudi Riyadh dan sewaktu ditanya tentang apakah dalam ajaran agama diperbolehkan bagi umat Islam untuk berhenti pergi ke masjid dan hanya melaksanakan sholat di rumah karena takut flu babi, kata harian yang berbasis di London Asharq al-Awsat.
"Saya bahkan tidak yakin virus ini ada," jawab Syaikh Luhaidan. "Sebagai contoh, tahun ini kami tidak lebih banyak melakukan pemakaman dibandingkan tahun lalu di bulan Ramadhan. Mana virus yang dibicarakan oleh semua orang itu?
Syaikh Luhaidan mengatakan dia yakin kehebohan tentang virus ini merupakan hiperbola dari media dan kemungkinan besar hal tersebut diprakarsai oleh beberapa orang yang ingin mendapaykan keuntungan materi dengan membuat orang lain hidup dalam ketakutan akan virus itu.
Dalam menanggapi pernyataan Luhaidan, Dr Khaled Abdul-Ghaffar, dekan Fakultas kedokteran di Universitas Imam Muhammad bin Saud, mengatakan ia yakin flu babi itu ada dan virus itu telah "terbukti secara ilmiah".
"Memang mengejutkan bahwa jumlah kasus flu babi selama bulan suci Ramadhan sangat minim," katanya dalam salah satu sesi acara yang sama. "Ini adalah rahmat Allah bahwa jamaah yang melaksanakan Umroh terlindungi dari virus tersebut."
Abdul Gahffar bagaimanapun menekankan bahwa virus flu babi termasuk kategori virus yang tingkat bahayanya level sedang dan terkadang lebih ringan daripada flu biasa.
Namun Syaikh Luhaidan menekankan bahwa dirinya banyak mengetahui orang yang tidak divaksinasi dan sampai sekarang belum terjangkiti oleh virus flu babi.
Sebagai tanggapan pernyataan Syaikh Luhaidan, Abdul-Ghaffar menegaskan bahwa terkait flu babi ini, masyarakat tetap harus waspada dan tindakan pencegahan yang lebih diperlukan untuk saat ini.
"Jika langkah-langkah pencegahan yang diperlukan tidak diambil, virus ini akan mengancam nyawa dan dapat memicu komplikasi yang sangat berbahaya," katanya.
Hampir sebagian besar negara-negara di seluruh dunia akan meluncurkan program vaksinasi massal namun banyak orang tetap skeptis mereka akan mendapatkan vaksinasi tersebut.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Lagi, Taliban Kuasai Kembali Satu Provinsi Afghanistan
Kamis, 29/10/2009 06:50 WIB - Amerika Tolak Dikeluarkannya UU Larangan Penistaan Agama
Rabu, 28/10/2009 16:17 WIB - Pemerintah Bahrain Tolak UU Anti-Israel
Rabu, 28/10/2009 15:59 WIB - Karadzic “Sang Penjagal”
Rabu, 28/10/2009 14:43 WIB - Ditengah Perang, Hillary Clinton Datang ke Islamabad
Rabu, 28/10/2009 14:34 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




