Taliban Tolak Tawaran Dialog Karzai
.jpg)
Pihak Taliban menolak tawaran presiden Afganistan Hamid Karzai untuk berdialog, terkait pembicaraan strategi baru presiden AS Barack Obama terhadap Afganistan.
Pernyataan penolakan ini disampaikan oleh pemimpin Taliban Mullah Mohammad Umar pada hari Rabu lalu (25/09). Penolakan ini kemudian dirilis oleh berbagai media, terutama melalui jaringan internet.
Dalam Peryataanya Mullah Umar Mengatakan, "Rakyat Afghanistan tidak akan setuju mengadakan perundingan, karena hanya akan memperpanjang dan melegalisasi kehadiran militer penjajah." Selaitu itu ia juga menuding pasukan asing, "mencoba memanfaatkan strategi negosiasi untuk mencapai tujuan-tujuan kolonial mereka."
Peryataan ini juga merupakan tanggapan Taliban terhadap pidato Hamid Karzai saat ia dilantik sebagai presiden Afganistan yang kedua kalinya untuk lima tahun ke depan. Dalam pidoto pelantikannya itu Karzai pernah menyampaikan, bahwa ia berencana akan melakukan perundingan dengan Taliban sebagai langkah solutif selesaikan konflik Afganistan. Selain itu Karzai juga memastikan akan mengadakan pertemuan dengan dewan suku Loya Jirga. Di akhir pidatonya Karzai menegaskan akan menyambut baik pemberontak, asalkan mereka meninggalkan kekerasan.
Strategi Baru Obama untuk Afganistan
Pernyataan Taliban tersebut, bertepatan dengan pengumuman gedung putih bahwa presiden Barack Obama akan mengungkapkan minggu ini, strategi baru AS di Afghanistan.
Sebagaimana dijadwalkan, Obama menyampaikan pidatonya, pada Selasa malam lalu di Akademi Militer di West Point, New York.
Sejak September lalu, Obama telah mengadakan sepuluh kali pertemuan dengan penasehat militer, untuk mempertimbangkan pilihan penambahan pasukan, demi mengatasi situasi keamanan yang memburuk di Afghanistan. Hasilnya Obama memutuskan akan menambah pasukannya lagi sebesar 4.000 pasukan di Afganistan, untuk melawan Taliban.
Ancaman NATO untuk AS
Masih dalam masalah senada, NATO kemungkinan besar tidak melakukan pengiriman pasukan tambahan ke Afghanistan setelah Obama mengumumkan keputusannya Minggu ini terkait penambahan pasukan AS di Afganistan.
Dalam jumpa pers di Brussel, juru bicara NATO James Opature mengatakan, "Sekretaris NATO Jenderal Anders Fogh Rasmussen akan meminta anggota NATO untuk merespon secara tepat. NATO tidak mungkin berpacu dengan pasukan Amerika yang jumlahnya terus meningkat di Afghanistan."
Opature juga menambahkan, bahwa NATO akan berpikir panjang untuk mentaati keinginan Barack Obama dalam penambahan pasukan ke Afganistan. (sn/alj/mj)
Lainnya (Arsip)
- Muslim Estonia Rayakan Idul Adha Diruangan Terbuka
Jumat, 27/11/2009 10:09 WIB - Swiss: Silahkan Idul Adha Tapi Tanpa Pemotongan Hewan Kurban
Jumat, 27/11/2009 09:43 WIB - Libya Rayakan Idul Adha Kamis
Jumat, 27/11/2009 08:44 WIB - Presiden Tunisia Dikabarkan Terkena Flu Babi
Jumat, 27/11/2009 08:33 WIB - Ke Portsmouth? Tidak, Ada Yahudi Di Sana
Jumat, 27/11/2009 08:28 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




