Warganya Dituduh Bunuh Mabhuh, Inggris Panggil Dubes Israel
Inggris telah mengundang duta besar Israel ke Kementerian Luar Negeri (FCO) Inggris untuk membahas penggunaan paspor Inggris palsu oleh tersangka pembunuh Mahmud Mabhuh tokoh senior Brigade Al-Qassam di Dubai, jata seorang jurubicara kantor kementrian luar negeri Inggris pada hari Rabu kemarin (17/2).
"Mengingat kasus ini terkait dengan Israel dan sejumlah warga negara Inggris yang jadi tertuduh, maka akan ada pertemuan antara Wakil Menteri luar negeri Inggris dengan Duta Besar Israel besok," kata juru bicara tersebut.
Spekulasi tentang siapa yang berada di belakang pembunuhan terhadap Mahmud al-Mabhuh bulan lalu telah berpusat pada agen intelijen Israel Mossad, yang biasa menggunakan agen-agen asing dengan paspor palsu untuk melakukan operasi semacam itu di masa lalu.
Kepala polisi Dubai minggu ini merilis foto dan nama-nama dari 11 pemegang paspor Eropa - enam dari Inggris, tiga dari Irlandia, satu dari Jerman dan satu dari Perancis - mereka dituduh sebagai anggota tim pembunuh Mabhuh.
"Melakukan tindakan penipuan dengan paspor Inggris adalah masalah yang sangat serius. Pemerintah akan terus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi negara Inggris dari penipuan identitas," kata juru bicara pemerintah Inggris.
Dia menambahkan bahwa, mereka akan mengundang Duta Besar Israel untuk membahas masalah ini, Inggris akan memberikan bantuan hukum kepada warga negaranya yang terlibat, diperkirakan banyak warga Inggris yang memiliki dua kewarganegaraan yang tinggal di Israel.
"Kedutaan Besar Inggris di Tel Aviv telah menghubungi "British Nationals" yang terkena dampak dari kasus ini, dan siap untuk menyediakan bantuan hukum yang mereka butuhkan," katanya.
Selain "adanya warga Inggris yang terlibat", perdana menteri Inggris mengatakan, perlu adanya penyelidikan penuh untuk memastikan telah terjadi penipuan dengan menggunakan paspor Inggris palsu," tambahnya.
Menteri luar negeri Israel mengatakan pada hari Rabu kemarin bahwa penggunaan identitas kelahiran Israel oleh pasukan pembunuh Mabhuh tidak bisa membuktikan agen Mossad yang telah membunuh Mabhuh.
"Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa itu adalah kerjaan dari Mossad Israel," kata Avigdor Lieberman kepada Radio Angkatan Darat.
Tetapi Lieberman tidak menyangkal secara terang-terangan keterlibatan Israel dalam pembunuhan Mabhuh, sembari mengatakan bahwa Israel memiliki kebijakan "ambiguitas" pada masalah-masalah intelijen. (fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Terungkap Transaksi Bisnis Jutaan Dolar Iran-Israel
Kamis, 18/02/2010 09:02 WIB - PM Mesir: Cadar Merupakan Persoalan Kebebasan Pribadi
Kamis, 18/02/2010 08:22 WIB - Reaktor Nuklir Israel Digugat Lembaga HAM Yordania
Rabu, 17/02/2010 17:49 WIB - Wartawan TV Al-Aqsa Divonis 18 Bulan Penjara
Rabu, 17/02/2010 16:30 WIB - Israel Akan Bumi Hanguskan Timur Tengah Pertengah Tahun ini?
Rabu, 17/02/2010 14:43 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




