Mutiara Dakwah di Raja Ampat, Papua

Senin, 18/01/2010 13:38 WIB | Arsip | Cetak

Tak banyak orang mengira bahwa dakwah di bagian timur Indonesia sudah sedemikian pesat. Tengok saja, bagaimana gerak dakwah sudah bisa dirasakan di daerah kepulauan seperti Raja Ampat, Papua. Pekan lalu, Rabu (13/1/10), sekitar lima puluhan ibu-ibu dari Raja Ampat berkunjung ke Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jakarta Pusat. Mereka bukan sekadar berkunjung, melainkan silaturahim dan menggelar wisata dakwah ke ibukota Indonesia ini.

Rombongan ibu-ibu muballighoh tampak sumringah diterima oleh para pengurus DDII. Kita patut bersyukur, di antara mereka banyak terdapat muslimah asli Papua. Artinya, Papua sangat berpotensi untuk syiar dakwah Islam ke depannya. Namun, jalan dakwah di mana-mana memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Menyampaikan kebenaran memang harus melewati jalan yang terjal dan berliku. Begitulah kondisi dakwah di Raja Ampat, Papua Barat seperti yang dituturkan oleh salah seorang pengurus Badan Koordinasi Majelis Taklim (BKMT) Papua.

“Mungkin kita selama ini, khususnya untuk perempuan, untuk berdakwah ini sangat menantang karena tadi kita tahu bahwa adat di Papua itu sangat keras. Perempuan itu seperti dipinggirkan, memang sekarang pengarusutamaan gender yang sedang digalakkan pemerintah, dengan adanya program itu kantor pemberdayaan perempuan, khususnya di Raja Ampat langsung dipimpin oleh Bupati. Bupati menginginkan pihak wanita harus mampu ke depan, jadi dengan adanya dukungan tersebut, dakwah di Raja Ampat jadi semakin maju,” ujar Sekretaris BKMT Raja Ampat Papua, Ummi Riyantini.

Muslimah yang juga istri dari Ketua Rombongan Kafilah Dakwah Raja Ampat, Papua, menuturkan, di antara rombongan terdapat istri-istri camat yang juga turut mempermudah syiar dakwah di Raja Ampat. Ibu-ibu itu juga aktif dalam kajian-kajian keislaman yang diadakan BKMT Raja Ampat. Kegiatan keislaman itu digelar di tengah-tengah sulitnya medan dakwah di Raja Ampat, khususnya karena Raja Ampat merupakan daerah kepulauan.

Ummi juga bersyukur karena populasi muslim di Raja Ampat dapat mengimbangi non-muslim di daerah sekitarnya, khususnya karena ada transmigran dari Maluku dan Sulawesi Selatan. Lambat laun, kondisi dakwah di Raja Ampat hampir menyamai Fak-fak yang sering dijuluki dengan 'serambi Mekah' Papua.

Selama sekitar sepekan, rombongan kafilah dakwah ini akan berada di Jakarta dan dipandu oleh DDII. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan dari rombongan mahasiswa STID M. Natsir binaan DDII yang telah lebih dulu dikirim ke Papua. Program ini merupakan salah satu ciri khas DDII, yaitu menyebarkan dai-dai ke daerah-daerah yang rawan kristenisasi, daerah terpencil, dan daerah transmigrasi. (Ind)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Info Umat

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang