Gerakan Mukena Bersih

Gerakan Mukena Bersih diawali oleh pengalaman pribadi seorang Gita Saraswati, hampir dua tahun yang lalu. Ketika itu, Gita mampir untuk menunaikan shalat Ashar di sebuah masjid yang terletak di kompleks departemen pemerintahan. Begitu kecewanya Gita karena saat ia hampir selesai melafalkan doa dan menelungkupkan kedua tangannya ke wajah, ia menemukan kotoran hidung kering di mukena yang ia pakai yang berasal dari masjid departemen tersebut. Saat itulah ia mulai berfikir, ada sesuatu yang salah pada umat Islam. Bagaimana doa akan dikabulkan oleh Allah sementara pakaian beribadah kita kotor? Padahal kebersihan adalah bagian dari iman?? Dan mulailah ia dan kelima orang temannya, Diana, Niken, Siska, Indra, dan Yayi membentuk Gerakan Mukena Bersih.

Gerakan Mukena Bersih adalah sebuah program pembelajaran nilai-nilai Islami dalam kehidupan nyata sehari-hari, yaitu dengan memastikan tersedianya mukena yang bersih di tempat ibadah umum (masjid dan mushola) yang dalam prosesnya melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Program Gerakan Mukena Bersih atau disingkat GMB bersifat nirlaba dan berbasis relawan. GMB dirancang sesederhana mungkin sehingga diharapkan dapat menyentuh berbagai kalangan di masyarakat.

Gita Saraswati, salah satu pendiri GMB menginginkan gerakan yang dibentuknya ini dapat mengakar ke masyarakat, artinya, paradigma masyarakat dapat berubah setelah adanya Gerakan Mukena Bersih ini. Masyarakat seharusnya menyadari bahwa kebersihan dalam beribadah, apalagi ingin berhadapan dengan Allah swt, merupakan faktor penting dalam agama Islam. “Kalau dari hal kecil seperti menjaga kebersihan fisik ini saja tidak dapat kita jaga, bagaimana dengan kondisi spiritual, mental dan yang lainnya?” ujar Gita yang ditemui oleh reporter eramuslim.com di kediamannya di daerah Jakarta Selatan.

GMB melingkupi dua kegiatan utama, yaitu pengadaan mukena dan pemeliharaan mukena. Pengadaan mukena diupayakan melalui berbagai kegiatan penggalangan dana maupun berbagai bentuk kerja sama yang dilakukan oleh GMB. Sementara pemeliharaan mukena diupayakan melalui berbagai kegiatan sosialisasi untuk mendapatkan dukungan masyarakat luas sebagai Relawan Pemelihara.

Siapa saja dapat menjadi relawan pemelihara dan ikut dalam gerakan ini. Tua-muda, kaya-sederhana, laki-laki atau perempuan dapat turut andil dan bergabung dalam GMB. Meskipun demikian, setiap orang yang bergabung di GMB sebaiknya adalah orang yang memahami manfaat program GMB secara luas, baik bagi masyarakat maupun bagi dirinya. GMB berharap dengan bergabungnya para relawan dapat menyebarkan beberapa dimensi pembelajaran yang ada di dalam gerakan ini, yaitu pencitraan Islam di tanah air, kebersamaan dalam kebaikan, dan keteguhan memegang amanah. Dengan dimensi tersebut, para relawan dapat berkomitmen untuk memelihara mukena di tempat ibadah umum di lingkungan sekitarnya, misalnya di masjid/mushola di dekat tempat tinggal, tempat kerja, kampus, sekolah, pusat perbelanjaan, dll.

Setiap relawan dititipkan satu paket amanah GMB, yaitu terdiri dari: 4 pasang mukena, 1 lembar poster, surat pengantar untuk masjid/mushola, penjelasan program dan sebuah tas GMB. Paket GMB ini tidak diperjualbelikan dan infaq atau donasi dari masyarakat tak dibatasi jumlah nominalnya. Paket amanah GMB akan dititipkan kepada relawan untuk dipelihara selama satu tahun dan dapat ditukarkan dengan paket yang baru jika telah lewat satu tahun. Sementara, relawan yang tak dapat melanjutkan amanahnya karena satu dan lain hal wajib mengembalikan paket amanah GMB kepada pengurus.

Singkatnya, Gerakan Mukena Bersih adalah gerakan massif untuk memastikan bahwa mukena yang terdapat di tempat ibadah umum layak untuk digunakan beribadah. Oleh karena itu, jadwal cuci berkala dapat diatur sendiri oleh relawan, tergantung jumlah jamaah dan di tempat tersebut.

Dalam penyelenggaraannya, GMB juga menyiapkan data base dan data tracking relawan, evaluasi berkala maupun pendampingan bagi para relawan sebagai support system sehingga para relawan merasakan GMB sebagai gerakan dari kita, oleh kita, dan untuk kita.

Relawan GMB saat ini sudah tersebar di beberapa pulau besar meliputi pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Dengan jumlah relawan sebanyak 250-an orang, GMB masih terus berupaya memassifkan gerakannya agar setiap orang dapat merasakan manfaat gerakan ini.

Anda yang ingin bergabung dengan Gerakan Mukena Bersih dapat menghubungi Sekretariat GMB atau telepon/sms ke 021 913 56 919 dan 0815 8553 1003, atau kirim e-mail ke mukenabersih@yahoo.co.id serta dapat melihat profil GMB di http://gerakanmukenabersih.blogspot.com.

(Ind)

Senin, 12/10/2009 13:16 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Lowongan Bank Syariah

Bank Muamalat Cabang Cengkareng membutuhkan karyawan untuk posisi: 1. Customer Service (Wanita) 2. Legal (Pria) 3. Account Manager (Pria).

Apa itu SISTEM PERBANKAN SYARIAH?

"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.

Perjalanan Dari Konvensional ke Syariah

Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.

"Connecting People", Strategi Jemput Bola Bank Syariah Pertemukan Kawan Lama

Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.

Bank Syariah Bukopin Cetak Laba Rp 831 Juta

Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.

 
 
 
 
 
Education Corner

Cara Mengajarkan Sex Edu Kepada Balita

Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga

 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Banyak DBD, Aksi Fogging di Bojonegoro

Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.

 
 
 
 
Silaturrahim
membuka hati dan pikiran kita
  Arsip   RSS
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login