Takut Kiamat? Bohong!

Oleh Nurudin

Abi….sini deh! “ kudengar suara putriku memanggil dari dalam rumah, kemarin sore saat aku baru pulang kerja. Sepertinya ada hal penting yang ingin dia tanyakan atau sampaikan secepatnya, sampai-sampai salamku tak dijawabnya.

Aku ulangi salamku sekali lagi. Kulihat wajah mungilnya tersenyum, keluar dari pintu. Dijawabnya salamku dan diciumnya tanganku.

Ada apa sayang, kayaknya ada yang penting banget? “ tanyaku sambil melepas sepatu di teras rumah.

Kata orang-orang tahun 2012 kiamat, abi percaya ngga? “

Percaya, tapi tidak! “ jawabku sambil tersenyum. Kuletakkan sepatuku di tempatnya. Kugandeng tangannya masuk ke dalam rumah. Aku tahu dia masih bingung dengan jawabanku tadi.

“ Abi percaya kalau kiamat itu bakal terjadi, karena salah satu dari enam rukun iman kan percaya akan datangnya hari akhir ( kiamat ). Tapi abi nda percaya dengan ramalan yang mengatakan tahun 2012 bakal terjadi kiamat. Rosululloh saja tidak tahu kapan pastinya hari kiamat akan terjadi, apalagi para peramal itu. Rosululloh hanya menunjukan tanda-tanda menjelang terjadinya kiamat, tapi tidak pernah sekalipun menyebutkan kapan waktunya secara pasti. Jika ada peramal yang mengatakan kiamat akan terjadi tanggal sekian bulan sekian dan tahun sekian, jelas itu dusta. Hati-hati, percaya omongan peramal bisa membuat kita jadi musrik” jawabku panjang lebar.

Kulihat putriku beberapa kali mengangguk. Dia tak bertanya apa-apa lagi, aku rasa dia sudah paham dengan penjelasanku.

Bukan saja anak-anak seperti putriku, tapi beberapa teman kantorku juga belakangan ini sering membahas isyu mengenai kiamat yang diprediksi akan terjadi tahun 2012. Tak hanya di kantor, di lingkungan tempat tinggalku, pembicaraan seputar ramalan ini juga masih saja menjadi topik yang sering dibicarakan. Meski rata-rata tidak percaya, tapi dari seringnya terjadi pembicaraan serupa, paling tidak membuktikan bahwa mereka sebenarnya merasa khawatir jika ramalan itu benar-benar akan terbukti.

Rata-rata mereka mengaku takut jika kiamat benar terjadi dalam waktu yang amat dekat ini. Mereka mengaku merasa takut dengan kedasyatan hari kiamat. Tapi benarkah mereka merasa takut? Sebagian mungkin, tapi sebagian bisa kupastikan bahwa mereka berbohong.

Kenapa aku bisa mengatakan bahwa sebagian mereka sebenarnya berbohong? Jika benar-benar takut dengan kedasyatan hari kiamat, mengapa ketika azan berkumandang mereka tak segera menjawabnya dengan mendatangi masjid dan mushola. Mengapa mereka tak segera mengambil wudlu. Mereka tetap saja asyik, beralih dari kegiatan satu ke kegiatan lainnya. Sebagian dari mereka melaksanakan sholat ketika waktu sudah hampir berakhir, bahkan sebagian lagi tetap tak beralih dari aktifitas duniawainya sampai datang waktu sholat berikutnya. Begitulah dari waktu ke waktu, hari ke hari. Mereka lebih senang membahas kedasyatan kiamat daripada mempersiapkan bekal untuk menghadapi kiamat.

Bohong jika mereka mengatakan takut dengan kedasyatan hari kiamat, sebab di handphone-handphone mereka masih tersimpan film-film porno. Bahkan mereka masih menjadikannya sebagai hiburan di sela-sela kesibukan duniawi mereka.

Jika mereka takut dengan kedasyatan hari kiamat, mengapa usai jam kerja, mereka tidak langsung pulang ke rumah menemui keluarga yang menunggunya dengan setia tapi justru janjian dengan teman selingkuhannya yang sama-sama sudah berkeluarga.

Jika merasa takut dengan kiamat, mengapa judi masih mereka jadikan mata pencaharian. Bahkan kereta yang sedang lewatpun, jumlah gerbongnya mereka jadikan taruhan.

Jika merasa takut dengan kiamat, mengapa minum-minuman keras masih mereka jadikan suguhan diberbagai acara. Mereka mengangap mabuk-mabukan sebagai hal yang membanggakan. Mereka menjadikan zina sebagai jalan untuk mendapatkan kepuasan.

Jika merasa takut dengan kiamat, mengapa mereka dengan congkaknya menari-nari diatas penderitaan anak-anak yatim, fakir miskin yang ada disekitar mereka. Bahkan orang tua yang telah melahirkan, merawat dan mendidik mereka hingga besar dan menjadi orang yang sukses, mereka telantarkan.

Astaghfirulloh! Jika merasa takut dengan kiamat, mengapa, mengapa dan mengapa mereka masih melakukan hal-hal yang justru mengundang datangnya kiamat. Bibir mereka seribu kali berucap takut akan kiamat, tapi sejuta perbuatan mereka justru mengundang dipercepatnya kiamat. Mereka terlalu was-was membahas kiamat, tapi mereka selalu sibuk melakukan maksiat. Semoga ‘mereka’ bukanlah kita, istri atau suami kita, anak-anak kita, keluarga kita, dan orang-orang sekitar kita. Amin.

http://abisabila.blogspot.com

abisabila@ymail.com

Selasa, 17/11/2009 14:12 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Apa itu SISTEM PERBANKAN SYARIAH?

"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.

Perjalanan Dari Konvensional ke Syariah

Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.

"Connecting People", Strategi Jemput Bola Bank Syariah Pertemukan Kawan Lama

Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.

Bank Syariah Bukopin Cetak Laba Rp 831 Juta

Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.

Dengan Perbankan Syariah Transaksi Bisnis Dijamin Halal

Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.

 
 
 
 
 
Education Corner

Cara Mengajarkan Sex Edu Kepada Balita

Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga

 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Banyak DBD, Aksi Fogging di Bojonegoro

Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.

 
 
 
 
Oase Iman
menggugah dan menyegarkan iman
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login