free hit counters
 

6 Juni in History: Zionis Israel Berniat Gunakan Bom Atom Dalam Perang 6 Hari 1967

zahid – Selasa, 10 Ramadhan 1438 H / 6 Juni 2017 15:30 WIB

Eramuslim – Sebuah dokumen rahasia yang diperoleh surat kabar New York Times mengungkapkan rencana Zionis Israel untuk menggunakan bom atom dalam perang 6 hari melawan negara Arab pada tahun 1967.

“Dalam perang tersebut Tel Aviv benar-benar berencana untuk menghabisi Mesir yang dianggap sebagai bahaya besar bagi keberlangsungan entitas Zionis Israel di era Presiden Gamal Abdel Nasser,” seperti dikutip New York Times dari dokumen yang bocor dan dibenarkan mantan komandan Angkatan Darat Israel, Brigjen Itzhak Yaakov.

Itzhak Yaakov melanjutkan, “Ini sangat alami. Anda punya musuh … Bagaimana Anda bisa menghentikannya? Kamu menakutinya Jika Anda memiliki sesuatu, Anda bisa menakutinya, Anda membuatnya takut.”

Itzhak Yaakov menjelaskan bahwa proyek yang diberi nama “operasi kiamat” menjadikan Gunung Sinai sebagai target bom atom yang bertujuan untuk mengintimidasi Mesir dan juga Suriah, Irak dan Yordania untuk mundur dari peperangan.

“Dalam perencanaannya, militer Zionis Israel akan mengirim pasukan penerjun payung kecil Israel untuk mengalihkan perhatian tentara Mesir di Sinai sehingga tim Israel lainnya dapat melakukan persiapan untuk ledakan tersebut,” ujar Itzhak Yaakov menambahkan.

Dua helikopter besar seharusnya mengirimkan perangkat nuklir dan kemudian membuat sebuah pos komando di sebuah sungai pegunungan.



Cahaya kilat yang menyilaukan dan awan jamur yang disebabkan oleh peledakan yang direncanakan diperkirakan akan terlihat di seluruh Sinai, Gurun Negev dan mungkin sejauh ibukota Mesir, Kairo.

“Kami sudah sangat dekat. Kami melihat gunung itu, dan kami melihat ada tempat untuk bersembunyi di sana, di beberapa ngarai. Saya masih berpikir sampai hari ini bahwa kita seharusnya melakukannya (ledakan nuklir),” kata Yaakov.

Menurut Yaakov, pertimbangan militer Israel untuk tidak mengekspos kemampuan nuklirnya kepada dunia luar menjadi salah satu alasan utama kenapa negaranya tidak jadi melaksanakan operasi yang diberi kode kode Shimshon atau Simson.

Dalam perang yang berlangsung selama 6 hari di Suriah dan 132 jam 30 menit di negara lainnya berakhir dengan pendudukan Zionis Israel atas wilayah Jalur Gaza, Al Quds Timur, Semenanjung Sinai, Tepi Barat, dan Dataran Tinggi Golan. (Sputnikarabic/Ram)

Berita Terbaru

blog comments powered by Disqus