free hit counters
 

Graffiti Islami Ala Barat

Al Furqan – Kamis, 7 Rabiul Awwal 1430 H / 5 Maret 2009 12:01 WIB

Banyak cara untuk mengekspresikan suatu keindahan salah satunya dengan lukisan. Tapi lukisan yang satu ini cukup berbeda dengan apa yang biasa kita lihat.

Lukisan dinding dengan warna-warna cerah dihiasi dengan garis-garis lengkung, komposisi warna yang tidak beraturan dengan tulisan menggunakan huruf-huruf kapital yang di beri bentuk-bentuk tidak lazim. Kalimat yang ditulis “Remember God, Feed the Poor atau Free Gaza” serta ditulis dengan huruf Arab di sisi atas dan bawahnya dan inilah yang disebut ‘Graffiti Islam’.

Kita bisa melihat lukisan graffiti dengan pesan-pesan Islami ini di dinding yang ada di Melbourne, Burnley atau papan iklan yang ada di kawasan Bronx.

Seorang seniman muslim bernama Muhammad Ali – 30 tahun- dari Birmingham Inggris telah menciptakan suatu seni lukis jalanan dengan pesan-pesan Islami yang diambil dari kaligrafi Quran serta memadukannya dengan bentuk dan warna-warna pop.

Misi yang ingin disampaikan Ali dalam setiap lukisan graffitinya adalah mempromosikan budaya dialog dan menciptakan perdamaian dunia melalui lukisan graffiti dengan pesan-pesan relijius.

“Anda tidak akan menemukan seorang anak muda – hitam, putih, Muslim, Kristen atau Yahudi yang sorot matanya tidak akan berbinar kita anda menyebut graffiti,” kata Ali – yang baru-baru ini menerima penghargaan dan memenangkan “South Bank Show’s Arts’ Council Diversity Award” pada Januari lalu.

Dipengaruhi oleh nilai-nilai keimanan Muslim yang dimilikinya, Ali tidak berusaha untuk “berkhotbah” secara langsung, pemilihan kata-kata dari Al-Quran atau Hadits – menurutnya dapat dimengerti oleh semua orang yang beriman maupun tidak.

Di Melbourne misalnya – Ali membuat lukisan graffiti untuk penghematan air – sebuah pesan khusus yang ingin dia sampaikan berkaitan dengan kekeringan yang tengah melanda – dengan sebuah perkataan dari Nabi Muhammad,” Apa yang aku katakan bahwa air hujan akhirnya datang dari Allah”, sebuah pesan yang telah ada sejak 1400 tahun lalu dan masih relevan sampai sekarang.

Dia berpikir secara cermat tentang di mana dia akan menempatkan ayat-ayat suci dalam setiap lukisan graffitinya. “Jika ayat-ayat suci itu akan muncul di dinding, saya akan membuat lukisan graffiti di tempat yang tinggi untuk menghindari kemungkinan orang melukis kembali yang telah saya lukis atau orang akan mengencingi lukisan tersebut.”

Menjadi seorang pelukis jalanan ilegal sejak remaja, Ali kembali ke Islam, sebuah kepercayaan dari keluarga besarnya yang ada di Bangladesh.

“Islam tidak sekedar duduk dalam ruangan untuk beribadah sepanjang hari,” kata Ali.

“Banyak dari masyarakat Muslim yang menjadi taat dalam beragama menolak dan meninggalkan segala sesuatu yang berasal dari masa lalu, terutama jika hal itu dipandang terlalu kebarat-baratan,” ia menjelaskan.”Saya rasa graffiti tidak bertentangan dengan keimanan. Menulis dan melukis sesuatu yang indah sesuai dengan seni dalam pandangan Islam.”



Apakah semua semua seni haram – terlarang untuk umat Islam?”Tidak,” kata Ali. “Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kita bahwa penggambaran yang bersifat figuratif dan dijadikan berhala sebagai simbol ibadah sebaiknya dihindari dan terlarang bagi umat Islam. Tetapi Nabi Muhammad tidak pernah menghalangi jiwa kreatif setiap orang selagi tidak bertentangan dengan Islam.

Berkunjung ke sebuah mesjid, dan anda akan melihat dekorasi kaligrasi Islam di dinding mesjid, Ali menjelaskan. Dan banyak kaum muslimin yang memiliki lukisan kaligrafi yang tergantung di dinding rumah mereka. “ Dan sekarang banyak umat Islam yang lupa untuk mengekspresikan karya seni kreatifnya dengan firman Allah.

Untuk menghindari kesenjangan budaya antara budaya Islam dan barat, Ali telah sering di undang untuk membuat lukisan dinding yang berupa graffiti dan memberikan seminar tentang hal itu di sekolah-sekolah yang ada di Amerika, Australia dan Canada dan respon positif banyak yang dia dapat dari kegiatan yang ia lakukan tersebut. Walau ada juga kesalahpahaman yang dia terima.

Di Chicago dalam kunjungannya ke dewan kesenian yang ada di sana, dia pernah diminta untuk menghentikan lukisan dinding yang sedang ia buat oleh pihak pemadam kebakaran lokal. Mereka menganggap tulisan Arab yang dia lukis merupakan representasi dari kejadian menara kembar 911. (fq/to)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus