free hit counters
 

Mayoritas Warga Belanda Tolak Misi Terbaru Belanda di Afghanistan

Al Furqan – Senin, 30 Zulqa'dah 1431 H / 8 November 2010 08:11 WIB

Sebuah jajak pendapat rerbaru menunjukkan bahwa mayoritas warga Belanda menentang pengerahan pasukan militer Belanda di Afghanistan pada saat Belanda sedang mempertimbangkan misi baru di sana.

Pemerintah Belanda mendorong untuk melakukan misi pelatihan baru di Afghanistan hanya tiga bulan setelah pemerintah menarik 2.000 pasukannya ke luar dari negeri ini, menurut laporan Reuters.

Jajak perndapat terbaru ini menunjukkan bahwa 57 persen responden menentang pengiriman pasukan untuk menjalankan rencana misi baru.

Penyelenggara jajak pendapat Maurice de Hond mengatakan hari Ahad kemarin (7/11) bahwa sebuah misi baru Belanda di Afghanistan kemungkinan bisa membentuk suatu "rintangan pemilu."

Sebagian besar pendukung berasal pemilih dari Demokrat Kristen CDA yang memerintah Belanda dalam sebuah koalisi dengan partai Liberal VVD.

Perdana Menteri Mark Rutte dari kubu sayap kanan Liberal VVD secara mendalam terbagi atas masalah ini, dengan 44 persen pemilih dalam mendukung dan 46 persen menetang dengan misi baru ini.

Partai Kebebasan anti-Islam Geert Wilders, yang dukungannya sangat penting untuk koalisi Kabinet minoritas, telah menentang misi Afghanistan dan 78 persen pemilih yang menunjukkan ketidaksetujuan mereka.

Kubu sayap kiri juga sangat menentang misi baru tersebut.



Pemerintah Belanda sebelumnya kolaps pada bulan Februari lalu setelah gagal menyepakati apakah akan memperpanjang misi empat-tahun di Afghanistan.

Meningkat korban tewas dari tentara Belanda selama mandat terakhir militer Belanda untuk perang Afghanistan yang dipimpin AS.

Sebelumnya PM Rutte pada hari Jumat lalu mengumumkan bahwa ia sedang bernegosiasi dengan partai-partai oposisi untuk mendapatkan dukungan parlemen untuk melakukan misi baru melatih polisi atau tentara Afghanistan.

Harian Belanda De Telegraaf melaporkan pekan lalu bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan mengirim 50 pelatih polisi ke Afghanistan dan 250 sampai 300 tentara untuk melindungi para pelatih tersebut. (fq/prtv)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus