free hit counters
 

Karena Menko Berkhianat, Khilafah Abbasiyah Hancur Di Tangan Pasukan Mongol

zahid – Senin, 24 Safar 1439 H / 13 November 2017 15:30 WIB

Eramuslim – Pada awalnya, Hulagu Khan, pemimpin Mongol (cucu Jenghis Khan) ragu untuk menyerbu Baghdad yang menjadi ibukota Khilafah Abbasiyah, karena takut terkena kutukan langit, sebagaimana nasehat orang bijak di sekitarnya.

Namun keraguan ini hilang setelah menerima surat dari seorang ulama Syiah terkenal, Nashruddin Ath-Thutsi, yang menyakikan Hulagu bahwa dirinya tidak akan mengalami gangguan apapun jika membunuh Khalifah Abbasiyah.

Sejak saat itu Hulagu Khan melakukan persiapan untuk dapat mewujudkan rencananya, diantaranya menjalin komunikasi intensif dengan salah seorang Menteri Utama di pemerintahan Abbasiyah bernama Muayiduddin bin al-Alqami, yang diketahui sebagai seorang penganut Syiah Rafidhi (Penolak Khilafah Abu Bakr dan Umar).

Muayiduddin bin al-Alqami menjadi orang kedua dalam Khilafah Abbasiyah, salah seorang dari orang kepercayaan Khalifah Mustha’shim Billah. Hampir seluruh kebijakan khalifah ditentukan oleh Menko yang satu ini (the Real President).

Dalam komunikasinya, Hulagu meminta Muayiduddin mengurangi anggaran militer dan jumlah tentara. Mengalihkan perhatian negara dari urusan persenjataan dan perang, serta mengaryakan pasukan di pekerjaan-pekerjaan sipil seperti pertanian, industry, dll.

Permintaan Hulagu ini langsung dipenuhi oleh sang Menteri. Dari 100 ribu pasukan aktif di masa akhir pemerintahan Khalifah Mustha’shim tahun 640 Hijriyah, dipangkas menjadi 10 ribu prajurit pada tahun 654 Hijriyah. Salah satu faktor yang menjadi melemahnya kekuatan militer Bani Abbasiyah.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

loading...

Berita Terbaru

blog comments powered by Disqus