Kisah Miris Anak Tukang Warung Nasi Dapat Beasiswa ke Tunisia, Ditolak Pemprov Jawa Barat

Nata, diketahui bahwa dia hanya mengajukan biaya tiket berangkat pesawat dari Jakarta ke Tunisia. Namun, perjuangan dia kandas oleh penolakan dari Pemda Purwakarta dengan alasan tidak ada anggarannya. Beberapa hari kemudian, dia bertolak ke Bandung ke Pemprov Jawa Barat bagian pendidikan bahwa menurut mereka tidak ada program untuk pemberian bantuan ini. Ia pun menlanjutkan perjalanan untuk bertemu dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Nata pun menyampaikan bahwa program beasiswa di Pemprov Jaawa Barat sudah tutup sejak agustus dan adapun beasiswa ke luar negeri itu di jaman Pak Ahmad Heryawan dan tidak diteruskan oleh Pak Ridwan Kamil.

Kisah pilu Nata Sutisna ini adalah sekelumit dari kasus jutaan anak Indonesia yang berprestasi yang hanya mimpi dan cita citanya di halang oleh segerintil orang yang dengan birokrasi dan tata kelola APBD di berbagai propinsi di seluruh Indonesia sangat menghambat pembangunan manusia Indonesia.

Kami pun menelusuri ke salah satu NGO khusus bidang kebijakan daerah dan sumber daya manusia di Jakarta. Dion Murdiono, Direktur Global Strategic Center mengatakan seharusnya kewajiban Pemda Purwakarta dan Pemprov Jawa Barat memfasilitasi anak-anak berprestasi di setiap daerah di Jawa Barat, begitu pun yang ada di Purwakarta. Kami menyesalkan masih ada dana dana pendidikan di setiap daerah di Indonesia tidak jelas alokasi anggaran dan tujuannya. Disaat ada anak yang berprestasi, mereka menjawab tidak ada anggaran. Ini yang mesti diperbaiki oleh Pemerintah Jokowi-Maruf Amin kedepan.

Sumber: Redaksibogor.com