Staf Ahli BNPT: Aksi Teror Tolikara Sudah Direncanakan Matang, Bukan Insiden

bnptEramuslim.com – Ada unsur perencanaan yang diatur sedemikian rupa sebelum terjadinya pembakaran masjid di Tolikara, Papua. Demikian diungkapkan Staf Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Wawan Purwanto. Selain ada dugaan kelompok prokemerdekaan, tambahnya, juga ada peran kekuatan asing, yang bermain dalam peristiwa tersebut. “Di sana multikompleks, ya. Termasuk juga masalah gerakan pro-kemerdekaan memang ada. Nah, ini memang ada dugaan-dugaan tertentu yang sedang didalami, apakah itu ada unsur pro-kemerdekaan tadi. Lalu, sinyalemen ada keterlibatan asing yang notabene melakukan kerja sama secara tertutup dengan sejumlah elemen yang ada di Tolikara,” tutur Wawan.

Sejumlah saksi, lanjutnya, menyebut para penyerang pelaksanaan solat Idul Fitri itu mayoritas berasal dari luar wilayah Tolikara. “Ada banyak pihak yang ikut terlibat dalam penyerangan. Tentu ini sudah ada unsur perencanaan karena ada pergerakan massa yang jumlahnya signifikan. Dari 150 menjadi 2.000-an orang. Mereka yang hadir bukan masyarakat sekitar Tolikara. Karena, banyak yang tidak dikenal atau tidak familiar, sehingga menimbulkan dugaan ada yang merencanakan untuk itu jauh-jauh hari, sehingga harus diusut tuntas siapa provokasi di balik ini semua,” tutur Wawan.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti memastikan pihaknya tengah menyelidiki segala informasi yang berkembang di masyarakat terkait Tragedi Tolikara, termasuk menyelidiki indikasi adanya aktor intelektual di balik kerusuhan tersebut. “Itu masih kami lakukan penyelidikan karena kemungkinan-kemungkinan terhadap itu bisa saja terjadi,” ujar Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/7/).

Pihaknya, katanya lagi, mendalami semua latar belakang persoalan itu, termasuk informasi yang berkembang di masyarakat dan beberapa sumber yang diperoleh Polri. Polisi sejauh ini sudah memeriksa 31 saksi. Bahkan, lima saksi diperiksa hari ini. “Tentu kami lakukan analisis dan penyelidikan,” ujarnya. Tapi, ia mengaku belum melihat apakah saat ini ada indikasi keterlibatan pihak asing di balik kericuhan itu. “Sampai sekarang belum. Saya belum menemukan fakta hukumnya ke sana,” tutur Badrodin.(rz/pribuminews)