Warga Sekitar Simpati dan Bantu Pemudik Lewati Jalan Tikus di Hutan

Eramuslim.com -Hingga Senin, (10/5/2021) dini hari, petugas gabungan terus melakukan penyekatan dan memutar balikan pemudik yang melintas ke Jalur Gentong Tasikmalaya, Jawa Barat ke daerah asalnya. Mereka yang diputar balikkan didominasi oleh pemudik roda dua, yang datang dari arah bandung menuju Tasikmalaya.

Berbagai cara dilakukan para pemudik, karena bertekad ingin pulang kampung dan bisa berkumpul saat lebaran nanti. Setelah diputar balik oleh petugas, mereka bergerombol mencari jalan tikus meski harus melewati jalan hutan yang gelap, melintasi perkampungan dengan kondisi jalan yang berbatu dan berlubang dengan jalan naik turunan tajam.

Para pemudik ini, memutar arah setelah dibelokan oleh petugas di Jalur Gentong, kemudian mereka masuk ke perkampungan yang gelap di setiap persimpangan jalan, ada banyak warga yang bersimpati membantu mengarahkan.

Sebagai tanda terima kasih karena telah diberi jalan alternatif atau jalan tikus, para pemudik sukarela memberikan uang kepada warga yang menunjukan arah selama di perjalanan. 

Menurut Diki Rahadiawan, salah seorang pemudik dari bandung dengan tujuan banjarsari Ciamis yang membawa anak dan istrinya, mengaku dirinya terpaksa memilih jalur tikus setelah diputar balik karena ingin lebaran di kampung halaman.

“Meski jalan yang dilalui jelek dan gelap, berlubang serta melewati hutan serta jaraknya lebih jauh, namun yang penting bisa sampai rumah,” ujar Diki. 

Bukan hanya pemudik roda dua, sebagian pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat juga nekat memilih mudik menggunakan jalur tikus. Mereka secara perlahan melajukan mobilnya, karena kondisi jalan yang berlubang gelap, dan jalannya sempit.[sindonews]