free hit counters
 

Ini Tradisi Khitanan di Masa Turki Utsmani

zahid – Senin, 19 Zulhijjah 1441 H / 10 Agustus 2020 13:00 WIB

Eramuslim – Ritual sunatan atau khitanan selalu ditemui di negara-negara mayoritas berpenduduk Muslim atau negara-negara Islam. Meskipun dipandang termasuk tradisi kuno yang dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim AS, tapi ritual ini menjadi kewajiban bagi setiap pria Muslim yang beranjak balig. Meskipun tak tersurat dalam Alquran, tradisi memotong kulup di alat genital pria ini punya kekhasan masing-masing di tiap wilayah negara Islam.

Kali ini ahli budaya Timur Tengah Prof Nil Sari membahas tradisi sunat di Kerajaan Turki Usmani. Tulisannya juga pernah dibahas dalam event 39th Annual International Congress of the British Association of Paediatric Surgeons pada 22-24 Juli 1992 di Leeds, Inggris. Pembahasannya tak hanya seputar tata cara pelaksanaan sunat, tapi juga disertai dampak sosial ekonomi pada saat tradisi sunat dilakukan.

Sumber utama menapaki jejak ritual sunat di Turki adalah karya mutakhir bidang pembedah an, Jarrahiya Ilhaniye. Buku karya Sabuncuoglu Shahinshahname ini ditulis saat tahta kekuasaan Turki digenggam Sultan Murat III. Di dalamnya mencatat berbagai kejadian penting yang dilalui saat masa perkembangan putra kerajaan pada 1582, Mehmet dan Surnames.

Kisah terkait ritual sunat Surname-i Vehbi banyak diceritakan di sini. Lalu, menyusul kisah empat putra kerajaan Sultan Ahmed III, yakni Pangeran Suleyman, Mehmet, Mustafa, dan Beyazid pada 1720. Penelusuran penulis sungguh serius. Bahkan, bagian area kerajaan yang ter tutup untuk umum, seperti Topkapi dan Dolmabahce berhasil didokumentasikan. Di kedua tempat inilah ritual sunat putra Kerajaan Turki Usmani selalu berlangsung.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru