free hit counters
 

Kokam: Pasukan Antikomunis, Penjaga Aset Muhammadiyah (2)

Redaksi – Senin, 16 Safar 1442 H / 5 Oktober 2020 11:00 WIB

Aksi massa pertama yang dilakukan kelompok ini ialah tanggal 4 Oktober 1965 di Taman Sunda Kelapa Jakarta, yang berujung pada pembentukan Kesatuan Aksi Pengganyangan Kontra Revolusi Gerakan 30 September (KAP Gestapu). Ketuanya adalah Subchan ZE dengan Lukman Harun dari KOKAM menjadi Ketua Pengerahan Massa.

Empat hari kemudian aksi massa dilakukan lagi, kali ini di Taman Suropati. Di sinilah pertama kalinya KOKAM memakai kekuatan fisik untuk menumpas PKI.



Hari itu, 100 anggota KOKAM membakar Kantor CC PKI di Jalan Kramat Raya serta kediaman Aidit, yang disebut-sebut sebagai dalang G 30 S (belakangan, dalam sebuah testimoni setelah ditangkap di Solo, Aidit memang mengakui dia, dan para pemimpin serta ormas-ormas PKI-lah yang menjalankan G 30 S). Pembakaran tak berhenti di sana. Berbagai kantor dari organisasi yang berkaitan dengan PKI turut menjadi sasaran, termasuk SOBSI, Lekra, Pemuda Rakyat, CGMI, Universitas Ali Archam dan Universitas Res Publica.

KOKAM juga berpartisipasi dalam demonstrasi. Mereka berdemonstrasi tanggal 26 Oktober 1965, bersama dengan para anggota KAP lainnya, di Departemen Luar Negeri, Departemen Dalam Negeri, Departemen Penerangan, dan kantor Front Nasional. Tuntutan utama mereka ialah pembubaran PKI dan dibersihkannya instansi-instansi pemerintah dari elemen PKI.

Sementara itu, ada perkembangan lain di Yogyakarta yang mencemaskan Muhammadiyah. Di kota ini, dikabarkan pada Desember 1965 bahwa ABRI menyita daftar hitam dari para pendukung G 30 S, yang berisi nama-nama yang akan dihabisi.

Salah satu nama di dalamnya jelas menggusarkan warga Muhammadiyah: Ketua PP Muhammadiyah KH A Badawi pada nomor 8. Bahkan, dua pengelola Majalah Suara Muhammadiyah, yang dikenal sangat anti-PKI, turut masuk pula dalam daftar tersebut.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru