free hit counters
 

Senandung Orkes Gambus

Redaksi – Senin, 16 Zulqa'dah 1439 H / 30 Juli 2018 12:00 WIB

Eramuslim.com – SAAT Ramadan, orkes gambus biasanya memeriahkan suasana bulan suci. Irama musik dan lagunya kental bernuansa padang pasir. Bagaimana ia berkembang di Indonesia?

Gambus merupakan salah satu instrumen petik, dengan bentuk menyerupai buah pir. Di Indonesia, menurut Japi Tambajong dalam Ensiklopedi Musik, gambus berubah menjadi nama sebuah orkes.

Andrew N. Weintraub, profesor musik dari Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat, dalam Dangdut:Musik, Identitas, dan Budaya Indonesia menulis, gambus diperkirakan dibawa ke Indonesia oleh imigran dari Hadramaut (Yaman).

Orang-orang dari Hadramaut mulai berdatangan pada awal abad ke-19. Di waktu senggang, mereka membunuh waktu dengan bermain gambus. Perlahan, gambus malah digemari bukan hanya oleh orang-orang keturunan Arab, tapi juga berbagai etnis lain.

“Mereka lantas memainkan musik gambus di acara pernikahan dan perayaan komunitas Muslim,” tulis Weintraub.

Seiring waktu, gambus menjadi musik hiburan. Sejumlah orkes gambus berdiri. Selain gambus, alat musik di dalam orkes gambus terdiri dari biola, gendang, tabla, dan seruling.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus