free hit counters
 

Syekh Ali Jaber dan Jejak Anti-Arab di Indonesia

zahid – Senin, 25 Muharram 1442 H / 14 September 2020 15:00 WIB

Dan, terkait sentimen anti Arab di Indonesia, Lukman Hamien pun sampat menuliskannya dengan menyusuri Arsip pada tahun 1930-an. Tulisan dia selengkapnya begini:

Di majalah Berita Nahdlatoel Oelama 28 Syawal 1356/1 Januari 1938, halaman 2-4, terdapat tulisan berjudul “Aliran Anti Arab”.  Ini menandakan pada paruh ketiga abad XX itu, isu anti-Arab rupanya sudah merebak di Tanah Air kita.

Bagaimana kalangan Nahdhiyyin pada saat itu menyikapi isu anti-Arab, mari kita ikuti tulisan yang dimuat di majalah yang dipimpin oleh Ch.M. Machfoedz Shiddiq dengan Mede Redacteur K.H. Hasjim Asj’ari Tebuireng, K.H. Abdulwahab Chasboellah Surabaya, dan K.H. Bisri Denanyar.

Begini isi tulisan itu yang saya disalin sesuai dengan aslinya, dengan penyesuaian ejaan.

Berita Nahdoetoel Oelama 1938:

Sekali peristiwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Sayyidina Salman: “Salman! Janganlah kamu membenci aku, maka kamu mencerai Igamamu.” Sembah Sayidina Salman: “Betapakah hamba membenci Paduka, padahal Allah ta’ala memberi hidayah hamba dengan perantaraan Paduka?” Maka, sabda beliau: “Yaitu kamu membenci bangsa Arab, maka (akhirnya) kamu membenci aku.” Hadits hasan gharib.

Jikalau kami menulis tentang aliran anti-Arab, barangkali pembaca kita menyangka bahwa kami akan menulis pergolakan di Palestina, dalam mana aliran anti-Arab dalam kalangan bangsa Yahudi makin menjadi-jadi.

 



Akan tetapi sangkaan itu keliru. Aliran anti-Arab yang hendak kami tulis tidak lain melainkan suatu aliran yang semakin merajalela dalam kalangan saudara kita, umat Islam Indonesia, terutama dalam kota-kota besar yang merasa dirinya sudah insyaf, tidak akan bisa tertipu lagi dan diabui penglihatannya. Suatu aliran yang asal mulanya ditanam oleh pihak yang menghendaki perpisahan orang kita dari Igamanya, Igama Islam.

Mereka sesungguhnya bukan orang insyaf, jikalau mereka hanya pandai melihat sesuatu pada kulit-kulitnya sahaja. Tidak sampai pada bahagian dalamnya, terutama akibat-akibatnya.

Alat yang dipergunakan orang untuk menghamburkan benih anti (membenci) Arab adalah gerak-gerik bangsa Arab di Indonesia sini. Ialah perbuatan-perbuatan yang tidak hanya diperbuat oleh bangsa Arab melulu, misalnya: merentenkan duit, mengawini putri-putri Indonesia dengan semena-mena dan tidak diperlakukan sebagaimana wajib dan mestinya, menjalankan penipuan, merasa dan meminta dirinya diutamakan, dan lain-lain sebagainya.

Sungguhpun kami sesalkan perbuatan-perbuatan yang tidak bagus itu, bukan saja karena tidak dibenarkan oleh Igama Islam, juga pun seharusnya mereka menjadi cermin teladan di dalam keluhurannya budi, kesetiaannya menjunjung syariat Islam, dan ketangkasannya bergerak memperharum Islam.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru