free hit counters
 

Syekh Ali Jaber dan Jejak Anti-Arab di Indonesia

zahid – Senin, 25 Muharram 1442 H / 14 September 2020 15:00 WIB

Akan tetapi jikalau sungguh kebencian (anti) Arab dipersebabkan sebab-sebab itu, mengapakah aliran demikian diratakan sampai-sampai mengenai ke-Arab-an? Mengapakah aliran demikian tidak terdapat dan tidak ditujukan juga pada pihak yang sama bahkan lebih tidak bagus lagi perbuatan dan anggapannya. Inilah suatu dalil bahwa aliran itu mempunyai tujuan lebih dalam pula.

Sebermula orang kita ditunjukkan perbuatan-perbuatan setengah bangsa Arab yang tidak bagus itu, kemudian setelah otak kita benar-benar sudah dipengaruhi oleh itu, maka dikatakanlah bahwa mereka itulah bangsa yang membawa tingkah tidak baik, tingkah laku yang merusakkan bangsa dan kebangsaan kita. Akhirnya tumbuhlah aliran anti-Arab dalam iktikad kita.

Apabila aliran ini sudah mencengkeram benar-benar dan sudah mendarah daging, maka sebagai akibat yang automatisch tumbuhlah kebencian pada apa-apa yang bersifat Arab, terhitung juga Igama yang semula datang dari Arab: Igama Islam.

Sudah tentu dari sedikit ke sedikit, dari yang tidak berarti sampai pada yang berkenaan dengan asasnya, membenci sorban dan kofyah Arab, meningkat ke kaifiyat ibadah.



 

Salah seorang menyebut kofyah, brem, suatu sebutan yang menghina, padahal sorban itu sunnaturrasul, sekurang-kurangnya pakaiannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mana akhirnya kita malu memakainya, terutama pemuda-pemuda kita.

Dengan lain perkataan: kita sudah meninggalkan sunnaturrasul, atau dengan perkataan yang lebih tajam: kecintaan kita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah dapat diperkurangkan. Sebab, mencinta seseorang itu menarik kepada menirunya. Lihatlah bangsa kita yang mencinta barat, segala-galanya meniru barat!

Orang yang tergila-gila pada Nyi Laila, berulang-ulang datang menjenguk rumahnya, sekalipun Nyi Laila sudah tidak bertempat di situ. Orang yang melihatnya merasa heran. Maka, si Majnun Laila menyahut: “Bukanlah mencinta rumah, tetapi mencinta yang menempati rumah.”

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru