free hit counters
 

Tuban Dan Sejarah Invasi Mongol ke Jawa

zahid – Rabu, 17 Zulqa'dah 1438 H / 9 Agustus 2017 12:30 WIB

Eramuslim – Patung Dewa Keadilan Kwan Seng Tee Koen setinggi 30 meter di Kelenteng Kwan Swie Bio Tuban telah menimbulkan kontroversi luas dalam beberapa hari terakhir. Bukan karena biaya pembuatannya yang mencapai sekitar 2,5 miliar lebih, melainkan patung ini berdiri tanpa izin dan dianggap tidak memperhatikan lingkungan masyarakat setempat.

Akan tetapi tahukah kita bahwa telah ada hubungan historis antara Tuban dengan Bangsa Kuning (Mongol) sejak era Kerajaan Singhasari terdahulu? Berikut sedikit penelusurannya untuk Anda:

Tanggal 1 Maret 1293 pasukan Kubilai Khan, penguasa Kekaisaran Mongol dan Kaisar Dinasti Yuan, sebanyak 20-30 ribu orang tiba di tanah Jawa tepatnya di pelabuhan Tuban, atau yang dikenal saat ini sebagai Kabupaten Tuban.

Kehadiran Bangsa Kuning ke Jawadwipa (Pulau Jawa) yang dipimpin oleh Shi-bi bertujuan untuk membalas kelakuan Raja Kertanegara dari Kerajaan Singhasari, yang menolak membayar upeti dan melukai utusan Mongol.

Kubilai Khan sangat terkejut dengan kejadian tersebut. Pada tahun 1292, dia pun memerintahkan dikirimkannya ekspedisi untuk menghukum Kertanegara, yang dia sebut orang barbar. Berdasarkan naskah Yuan shi, yang berisi sejarah Dinasti Yuan, 20,000-30,000 prajurit dikumpulkan dari Fujian, Jiangxi dan Huguang di Cina selatan, bersama dengan 1,000 kapal serta bekal untuk satu tahun.

Pemimpinnya adalah Shi-bi (orang Mongol), Ike Mese (orang Uyghur), dan Gaoxing (orang Cina). Jenis kapal yang digunakan tidak disebutkan dalam Yuan shi, tapi kemungkinan adalah kapal besar karena perahu-perahu kecil harus dibuat untuk memasuki sungai di Jawadwipa.

Kerajaan Singhasari sendiri menjadi Kerajaan terkuat di bumi nusantara setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Sriwijaya di Sumatra pada tahun 1290.

Pasukan Yuan berangkat dari Quanzhou bagian selatan, mereka menyusuri pesisir Dai Viet dan Champa untuk menuju sasaran utama mereka. Negara-negara kecil di Malaya dan Sumatra tunduk dan mengirim utusan kepada mereka, dan komandan Yuan meninggalkan beberapa darughachi di sana. Diketahui bahwa pasukan Yuan sempat berhenti di Ko-lan (Biliton, sekarang Pulau Belitung) pada bulan Januari 1293.

Setelah berhasil mengalahkan Singhasari, dengan kecerdikannya Raden Wijaya yang sebelumnya bersekutu dengan pasukan Cina menyerang balik tentara Kubilai Khan sehingga menyebabkan pasukan penjajah asing ini kembali ke negerinya dengan gigit jari.

Kegagalan ini sekaligus merupakan ekspedisi militer terakhir Kubilai Khan. Sebaliknya Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit yang kemudian menjadi negara paling kuat pada masanya di Nusantara.

Dan nama Ranggalawe sendiri menjadi sosok yang sangat berjasa dalam perjuangan mengusir bangsa penjajah. Tangan kanan Raden Wijaya ini diangkat sebagai Bupati Tuban dan kini nama besarnya dikenang sebagai salah seorang pahlawan di masanya. (Wikipedia/Ram)

loading...

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus