Inilah 7 Pemilu Paling Curang dalam Sejarah Dunia Modern

Kibaki tetap dilantik sebagai presiden pada tanggal 30 Desember 2007. Kekerasan pecah tak lama setelah hasil pemilu diumumkan dan memicu bentrokan etnik. Kekerasan itu menyebabkan lebih dari 1.300 orang tewas dan 600.000 orang kehilangan tempat tinggal. Raila Odinga dan Kibaki pada akhirnya membentuk pemerintahan koalisi dengan Odinga menjadi perdana menteri.

4. Pemilu Uganda 2006

 

Yoweri Museveni

Pemilu multi-partai pertama Uganda diadakan pada 23 Februari 2006. Presiden yang berkuasa, Yoweri Museveni, mencalonkan diri lagi untuk pemilihan presiden melalui Gerakan Perlawanan Nasional (NRM). Lawan utamanya adalah Kizza Besigye yang menjalankan Forum untuk Perubahan Demokrasi (FDC).

Pada empat bulan proses pemilu, Besigye ditangkap atas tuduhan pengkhianatan. Penangkapan itu menyebabkan kekerasan dan kerusuhan di seluruh Uganda.

Museveni memenangkan pemilihan dengan 59% suara, sementara Besigye mengumpulkan 37% suara.

NRM, partainya Museveni, juga memenangkan mayoritas kursi Parlemen. Oposisi yang dipimpin oleh Besigye memprotes hasil pemilu di Kampala, namun Mahkamah Agung menolak permohonannya untuk menolak hasil pemilu meskipun mayoritas banch mengakui bahwa ada penyimpangan pemilu.

Pemilu diwarnai kontroversi, di mana pemerintah dituduh mengintimidasi para pemimpin oposisi yang merupakan pendukung mereka yang ditangkap dan ditahan.

5. Pemilu Serbia Tahun 1996 dan 2000

 

Slobodan Milosevic

Pemilu Serbia diadakan pada tanggal 3 dan 16 November 1996. Pemilu diikuti partai-partai baik di Serbia dan Montenegro, di mana koalisi Partai Sosialis Serbia dan mitranya muncul sebagai kubu pemenang terbesar di Parlemen Federal.