Kejanggalan-Kejanggalan Video Tragedi Penembakan Kantor “Charlie Hebdo” di Paris (Bag.3)

“Prancis akan mengakui Palestina. Kami tidak berpihak dan tak ikut-ikutan, ini adalah sebuah hak (bagi Palestina),” tulis Fabius seperti dikutip dari Spuntiknews, Sabtu (29/11/2014). Bukan sekadar omong kosong, demi mendukung cita-cita Palestina ini, Majelis Nasional Prancis akan menggelar pertemuan khusus. Pertemuan berlangsung pada 2 Desember 2014 lalu.

Gelombang pengakuan Palestina sebagai negara merdeka mulai mengemuka pada Oktober tahun 2014 lalu. Awalnya, ide tersebut diprakarsai Inggris. Tanpa ragu, Parlemen Negeri Ratu Elizabeth menggelar pemungutan suara khusus demi menentukan sikapnya atas Palestina.

tweet-menteri-luar-negeri-prancis-laurent-fabiusTak lama setelah Inggris, Swedia dengan lantang mengakui Palestina. Setelah Inggris dan Swedia, Negeri Matador, Spanyol di November 2014 segera mengumumkan dukungannya terhadap Negara Palestina yang berdaulat penuh.

Perjuangan Palestina mendapat pengakuan internasional tidak bisa dipungkiri harus melewati jalan yang berliku. Pengakuan ini pun semakin berat setelah Israel menduduki Yerusalem sejak 1967.

Bukan cuma menduduki, Israel juga berlaku bak penjajah di Yerusalem. Mereka melakukan sejumlah agresi militer yang menyebabkan ribuan warga sipil Palestina meregang nyawa.

Setelah melalui mekanisme voting, Parlemen Prancis meminta pemerintah mengakui negara Palestina. Pengakuan ini diharapkan akan mempercepat terwujudnya perjanjian damai antara Israel dan Palestina.

Dalam pemungutan suara, seperti dikutip dari BBC, Rabu (3/12/2014), sebanyak 339 anggota parlemen setuju mengakui negara Palestina. Sementara, 151 Anggota menentang.

Hanya saja hasil pemungutan suara yang digelar di Gedung Parlemen Prancis di Kota Paris pada Selasa 2 Desember 2014 itu bersifat tidak mengikat.

Namun sejumlah pihak mengatakan keputusan Parlemen Prancis tersebut adalah dorongan simbolis yang sangat penting bagi Palestina. Terutama di tengah semakin kuatnya dukungan dari Eropa atas skema penyelesaian dua negara, Israel dan Palestina.

Pemerintah Prancis mendukung berdirinya negara Palestina, namun mereka mengatakan masih terlalu dini untuk mengeluarkan pengakuan resmi. Prancis, salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto, menginginkan perundingan damai Israel-Palestina kembali dimulai.

Israel mengatakan akan mendukung negara Palestina yang didirikan setelah tercapai perundingan damai. Pemerintah Tel Aviv mengatakan pengakuan seperti yang dikeluarkan parlemen Prancis, Inggris, Spanyol, dan Swedia hanya akan mendorong otoritas Palestina menghindari perundingan damai.

Sebelumnya melalui Liputan6.com, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengisyaratkan dukungan terhadap Palestina melalui akun Twitter-nya. “Prancis akan mengakui Palestina. Kami tidak berpihak dan tak ikut-ikutan, ini adalah sebuah hak (bagi Palestina),” tulis Fabius seperti dikutip dari Spuntiknews, Sabtu 29 November 2014. (video: Statement by Laurent Fabius on the recognition of Palestine in the National Assembly)

Perancis Sebagai Sekutunya Dukung Palestina, Amerika Berang

Amerika Serikat secara terbuka menyatakan tidak setuju dengan sikap Prancis, salah satu sekutu terdekatnya, yang akan mendukung peningkatan status Palestina di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Victoria Nuland (pict: davidicke.com)

Victoria Nuland (pict: davidicke.com)

“Kami jelas tidak setuju dengan sekutu terlama kami itu tentang masalah ini. Mereka tahu bahwa kita tidak setuju dengan mereka. Tetapi keputusan itu adalah kedaulatan mereka untuk melakukan, bagaimana akan melanjutkan,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland.

Dia menegaskan bahwa jika pemungutan suara dilakukan seperti yang direncanakan di dalam sidang Majelis Umum PBB pekan ini, Amerika Serikat akan memilih menolak permintaan Palestina, yang Washington anggap sebagai satu “kesalahan.”

“Tidak ada dalam aksi ini di PBB akan membawa Palestina kepada setiap yang lebih dekat dengan … Jika ada pemungutan suara, kita akan memilih ‘tidak’.” Prancis adalah kekuatan utama Eropa pertama, yang menyuarakan persetujuannya dengan langkah Palestina untuk meningkatkan status pengamat permanen saat ini di PBB, sementara itu Inggris telah mengatakan belum memutuskan sikapnya.

Al Qaeda, Organisasi Ciptaan AmerikaUsulan Palestina diatur untuk mencapai status itu karena memiliki dukungan mayoritas dari 193 negara anggota PBB, dengan para diplomat memprediksi bahwa antara 11 dan 15 negara Uni Eropa bisa mendukung usulan Palestina.

Di tengah kesibukan upaya diplomatik AS untuk mencoba mencegah pemungutan suara itu, Nuland juga menegaskan bahwa Menteri Luar Negeri Hillary Clinton telah berhubungan dengan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengenai masalah ini.

“Ini, Anda tahu, adalah panggilan Inggris bagaimana mereka ingin bersikap tentang hal ini ke depan. Mereka tahu persis di mana kita berdiri,” katanya. AS percaya bahwa langkah Palestina “mengobarkan situasi antara para pihak, membuat lebih sulit bagi mereka untuk kembali ke meja perundingan, dan membuat situasi politik makin sulit di antara mereka,” katanya.

Negara-negara di dunia yang telah mengakui Negara Palestina yang merdeka (warna kuning).

Negara-negara di dunia yang telah mengakui bahwa Palestina adalah sebuah negara  yang merdeka (warna kuning).

Operation False Flag

Tampak pada video dimana seorang polisi muslim Perancis yang sedang terbaring di trotoar, ditembaki. Lalu salah satu teroris menghampirinya dan ditembak sekali lagi kepalanya dari jarak dekat. Tak ada darah, tak ada selongsong peluru bahkan tak ada gerakan badan sedikitpun dari korban setelah penembakan. Semua penembak yang disebut teroris itu memakai kain penutup muka seperti para anggota ISIS.

Menurut Kepolisian Perancis, mereka tak teridentifikasi. Namun kenapa pihak kepolisian menuduh bahwa mereka yang bersenjata itu seorang Muslim?

Operation False Flag

Operation False Flag

Kepolisian Perancis menuduh bahwa pria-pria bertopeng itu Muslim karena berteriak “Allahu Akbar” dan berteriak dalam bahasa Perancis, “Kami adalah Al-Qaida dari Yaman dan kami membela Nabi Muhammad!”.