Ikhwan Menolak Dialog dengan Vatikan

Jumat, 12/12/2008 13:31 WIB | Arsip | Cetak

Vatikan, sebagai supremasi tertinggi umat Katolik, mengajak dialog pada Ikhwan. Belajar dari beberapa pertemuan sebelumnya, Ikhwan menolaknya dengan tegas. Menanggapi hal ini, Dr. Abdul Mun'im Abul Futuh, salah seorang pemimpini Ikhwan, memberikan tanggapannya. “Ikhwan selalu membuka dialog dengan semua golongan, tapi saya pikir dialog dengan Vatikan tidak akan pernah memberikan hasil yang kongkret!” ujarnya tegas.

Ia merujuk pada beberapa pertemuan yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Vatikan tidak pernah punya niat baik dalam setiap dialog itu. Mereka sama sekali tidak memperhatikan tiga hal yang harus dihormati sebagai adab dialog itu sendiri. “Pertama, mereka tidak pernah mempunyai kepercayaan kepada Islam. Bagaimana mungkin, orang yang tidak pernah mau mengerti dan mempelajari Islam, mengajak diskusi? Dalam hal ini, apapun bentuk dialognya akan menjadi mubadzir!”

“Hal kedua yang yang selalu dilanggar oleh Vatikan adalah, dialog dengan mereka selalu saja tentang kepercayaan.” Tambah Abul Futuh, “Dalam hal ini, tak ada lagi yang perlu didiskusikan, Islam mempunyai prinsip yangan jelas tentang bagaimana menyembah Allah swt.”

Dan yang ketiga, menurut Abul Futuh, dialog dengan Vatikan tidak pernah menghasilkan kesepakatan apa-apa. Padahal, masih menurut pendapatnya, kesepakatan akan sesuatu dalam sebuah dialog adalah tujuan utamanya. “Ikhwan peduli dengan banyak hal. Ketika kita berdialog, kami ingin mendiskusikan kondisi Afghanistan, Iraq atau Palestina, atau bagaimana menghentikan peperangan dan kelaparan di seluruh dunia.”

Abul Futuh menilai, dialog dengan Vatikan selalu untuk menunjukan kesombongan—tidak ada kerjasama untuk kebaikan umat manusia. (sa/iw)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang