Pasukan NATO Kewalahan oleh Bom-Bom Buatan Taliban
Bom-bom buatan Taliban membuat pasukan NATO harus ekstra hati-hati dalam menjalankan operasinya ke basis-basis Taliban. Para pejabat militer asing di Afghanistan mengakui bahwa bom-bom rakitan Taliban berhasil menghambat Operasi Moshtarak yang sedang mereka lakukan.
NATO sudah tiga hari ini menggelar operasi besar-besaran di provinsi Helmand untuk memberangus basis-basis Taliban di provinsi itu. Namun militan Taliban tak kalah cerdik mengantisipasi operasi militer itu, mereka membuat bom-bom sendiri yang ditanam di dalam tanah di dekat basis-basis mereka.
NATO mengklaim berhasil memukul mundur pasukan Taliban di sejumlah kawasan di provinsi itu dan militan Taliban kini bertahan di wilayah Marjah. Meski dalam operasi militer hari Minggu kemarin, pasukan NATO lagi-lagi melakukan kesalahan fatal menembakan roket-roketnya ke kawasan pemukiman sipil sehingga menewaskan 12 warga tak berdosa.
Intelejen-intelejen NATO mengatakan, operasi perburuan yang dilakukan pasukan NATO untuk sementara bisa menghentikan perlawanan Taliban. Tapi ia mengingatkan bahwa dalam masa itu, Taliban sedang memantau situasi apakah pasukan NATO dan pasukan Afghanistan akan meninggalkan Helmand atau tetap bertahan di provinsi itu.
Pasukan NATO yang terdiri dari pasukan marinir AS dan pasukan Inggris kini sedang berusaha membersihkan Marjah dan distrik Nad Ali dari militan Taliban. Namun gerakan mereka terhambat oleh ranjau darat dan bom-bom yang ditanah pasukan Taliban di kawasan itu, yang jumlahnya diduga mencapai ribuan.
Pasukan NATO mengaku mendapat informasi dari warga lokal tentang perangkap "bom" yang disebar Taliban dan mengklaim bahwa warga setempat berpihak pada pasukan asing dan pemerintahan Afghanistan, bukan pada kelompok Taliban.
Namun pasukan NATO nampaknya cukup kewalahan dengan informasi tersebut. Sejumlah pejabat NATO mengatakan, pembersihan ranjau darat dan bom-bom yang dipasang Taliban kemungkinan akan waktu berminggu-minggu. "Butuh sekitar 30 hari untuk mengamankan kawasan dari perangkap yang dipasang Taliban," kata Komandan Marinir AS, Brigadir Jenderal Larry Nicholson. (ln/bbc)
Lainnya (Arsip)
- Marak Skandal Seks di Gereja, Uskup Irlandia Rapat Khusus dengan Paus
Senin, 15/02/2010 16:31 WIB - Anak Kepala Biro Jadi Prajurit Israel, Picu Kemelut di New York Times
Senin, 15/02/2010 15:02 WIB - Melecehkan Agama, Game "Dante's Inferno" Dilarang Beredar di Timur Tengah
Senin, 15/02/2010 13:53 WIB - Mantan Pejabat Israel: Serangan ke Iran akan Sia-Sia
Senin, 15/02/2010 12:49 WIB - Libya Hentikan Pemberian Visa Bagi Warga Eropa
Senin, 15/02/2010 10:33 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




