Prajurit Israel: Mengakui Militer Menerapkan Taktik Perang Brutal
.jpg)
Israel ternyata memang menerapkan taktik perang yang sadis dalam agresinya ke Jalur Gaza. Mereka menerapkan taktik bahwa semua yang ada di Gaza sekarang, adalah musuh Israel.
Tak heran jika tentara-tentara Zionis itu tidak segan-segan membombamdir dan menembaki warga sipil, anak-anak, perempuan bahkan petugas medis, pekerja bantuan kemanusiaan bahkan wartawan.
Hal ini terungkap dari penuturan sejumlah tentara Israel yang sedang menjalani masa istirahat dan baru saja kembali dari tugas di Jalur Gaza. Alon, Seorang prajurit Israel berpangkat Letnan pada Times, bercerita, ketika ia dan pasukannya masuk ke sebuah jalan di kamp pengungsi Jabaliya di utara Gaza, mereka diperintahkan untuk tidak segan-segan menembak apa saja dan siapa saja.
"Kami memperlakukan semuanya sebagai musuh. Kami hanya diperintahkan untuk menembak dan tidak banyak tanya," ungkap Alon.
Selama 19 hari serangan brutal Israel, jumlah warga Palestina yang gugur syahid sudah mencapai 1.025 orang dan 5.000 orang lainnya luka-luka. Sumber-sumber medis di Gaza mengungkapkan, diantara korban syahid 315 diantaranya anak-anak dan 100 orang perempuan.
Dengan taktik perang brutal yang diterapkan Israel, warga Gaza tak bisa berbuat banyak, mereka terperangkap di Gaza dan tidak bisa mengungsi ke tempat aman, karena perbatasan-perbatasan semuanya ditutup.
Prajurit Israel lainnya, Letnan Kolonel Yehuda mengungkapkan, tindakan pasukan Zionis masuk ke gedung-gedung sambil melepaskan rentetan tembakan sudah menjadi praktek standar bagi pasukan Israel. "Pernah terjadi, sebuah gedung terbakar dan kami harus menyelamatkan pasukan kami secepatnya," kata Yehuda.
Meski demikian, sejumlah tentara Israel mengaku shock melihat kerusakan yang mereka timbulkan dalam serangan ke Jalur Gaza. "Kondisi Gaza hancur lebur seolah-olah kami membombardirnya selama bertahun-tahun, padahal kami baru beberapa minggu saja melakukan serangan. Anda tidak bisa membayangkan bagaimana kerusakan yang telah kami lakukan," kata Alon
"Saya bukan orang baru di kemiliteran. Dua saudara lelaki saya bertugas di unit tempur yang menyaksikan serangan ke Gaza. Saya bisa katakan bahwa ini adalah serangan paling agresif yang pernah kami lakukan untuk melawan para pejuang Palestina," sambungnya.
Tentara-tentara Israel itu juga mengakui bahwa mereka menggunakan senjata kimia fosfor putih untuk membombadir target-target di Gaza. Pengakuan para tentara Israel itu mematahkan bantahan Israel yang menolak tuduhan bahwa militernya menggunakan senjata kimia berbahaya dan terlarang.
Seorang prajurit Israel mengklaim bahwa mereka menggunakan senjata kimia itu dengan bertanggung jawab. "Senjata itu sudah sering digunakan," kata prajurit tadi. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- Israel Ingin Segera Keluar Dari Gaza
Kamis, 15/01/2009 10:28 WIB - Hari ke-19: Dunia Arab Tak Mampu Menyelamatkan Gaza
Kamis, 15/01/2009 10:26 WIB - "Pindahkan Saja Liga Arab ke Caracas"
Kamis, 15/01/2009 09:10 WIB - Bolivia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel
Kamis, 15/01/2009 08:48 WIB - Osama Serukan Jihad di Gaza
Kamis, 15/01/2009 08:24 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




